Jumat, 02 Januari 2015

Pertanyaan anak saya di awal tahun 2015

"The Capacity to Learn is a Gift; The Ability to Learn is a Skill; The Willingness to Learn is a Choice" by Brian Herbert

"Papi, Jadi Orang Besar sepertinya lebih enak jadi anak anak yah ?"

Pertanyaan dari anak saya usia 8 tahun cukup mengusik saya di hari pertama tahun baru 2015. Pertanyaan ini terlontar sewaktu didalam mobil, kami sekeluarga lagi keluar untuk makan siang. Maklum hari libur merah, jadi sesekali cari makan di luar sambil menikmati kelancaran jalan raya di kota Medan tercinta.

"Jadi Orang Besar ada enaknya dan juga ada tidak enaknya dek"
Saya menjawab ke anak saya, atas pernyataan yang cukup sulit dijawab hehehe.

Bila kita jawab, jadi Orang Besar tidak enak maka anak anak saya kudu mau bertumbuh dewasa khan cilaka tiga belas saya hehehe

Bila saya jawab enak maka ada ketakutan anak anak saya terlampau cepat dewasa dan tidak menikmati kesenangan sebagai anak anak yang alami bertumbuh.

Sepertinya anak saya belum puas dengan jawaban saya, bertanya lagi "Apa enaknya jadi Orang Besar dan apa yang tidak enak, papi ?"

"Enaknya bila jadi Orang Besar, maka bisa memutuskan sesuatu sendiri secara merdeka atau bebas, Contoh : Kepingin makan Nasi Padang, yah pergi beli Nasi Padang, tidak perlu khawatir orang lain akan maksakan dia makan Nasi Uduk."

"Kepingin kerja sebagai Penyanyi yah silahkan bekerja sebagai Penyanyi, tidak perlu ikut paksaan orang lain menjadi apapun yang bukan kemauan dirinya. Orang Besar bisa bebas memilih apapun"

Anak saya langsung nyeletuk, "Saya mau jadi Koki dan juga Pelukis !"

Saya kembali bertanya "Caranya gimana dek ? Jadi sesuatu haruslah Fokus, gak bisa setengah setengah"

Anak saya kembali nyahut "Senin sd Jumat saya jadi Koki, Sabtu dan Minggu, saya jadi pelukis aja"

Ehhh benar juga apa yang dikatakannya. Saya kembali merenung, dari sudut pandang yang lain. Tidak salah loh apa yang dicita citakan anak saya. Emangnya tidak bisa sambil menjadi koki dan bisa jadi pelukis.

Pikiran kita terlalu kaku dan terkotak kotak dengan apa yang kita pelajari selama ini. Ilmu Pengetahuan selalu berubah frennn, apa yang kita yakini (ilmu pengetahuan) maybe saja kedepannya bisa terbantahkan dengan munculnya penelitian dan pembuktian yang baru.

Sering kali karena merasa "Sok Pintar", Orang tua bisa mencari PENCURI IMPIAN TERBESAR DAN PERTAMA dalam hidup anak anak kita. (Sengaja pake huruf besar frennn biar semuanya ngehhh hehehehe). Biarkanlah mereka bermimpi seperti apa maunya mereka hehehe

Kembali anak saya bertanya "Tidak enaknya apa papi jadi orang besar ?"

"Tidak enaknya adalah kita harus menanggung akibat dari apa yang bebas kita pilih dek, Contohnya : Tadi kepingin makan Nasi Padang, namun ternyata Nasi Padangnya tidak begitu enak dan cabenya kepedasan jadinya sakit perut."

"Jadi Orang Besar itulah yang menanggung sendiri sakit perutnya, demikian juga mau jadi Penyanyi, ternyata suaranya jelek dan tidak laku, maka yah tidak ada uang loh"

Anak saya terdiam agak lama, maybe mencerna apa yang saya katakan. Saya kembali membatin, "Apa anak ini mengerti ngak apa yang saya ceritakan" 

"Papi jadi Orang Besar pasti enaklah karena gak perlu belajar dan sekolah, jadi anak kecil khan kita cape belajar ini itu di sekolah"

Busyettt neh anak, ternyata ujung2nya pertanyaannya menjurus ke hal ini wakakakak. Gak boleh salah jawab nehh saya, karena gak mengerti maka mereka bertanya ke kita, Apalagi diomelin, langsung kaburlah anak anaknya dan tidak dekat dengan orang tuanya lagi hehehe

"Orang Besar juga belajar, bahkan harus banyak belajar dek. Lue lihat papi senang baca khan, banyak teman teman papi juga belajar, cuma mereka belajar di kantor, belajar di toko, belajar di banyak tempat lainnya."

Sekelumit pertanyaan anak saya memancing saya untuk berpikir lebih dalam lagi. Anak Kecil sekolah dan terus belajar sd usianya remaja. Lulus SMU atau SMK, lanjut Kuliah lagi (bagi yang minat belajarnya besar) setelah itu berkarya di masyarakat, bekerja, berbisnis atau apapun lah.

Tapi kadang kala "ORANG BESAR" seperti kita ini (bukan tubuh besar yah hehehe) kok malah malas belajar yah hehehe. Justru Orang Besar seperti kita yang perlu belajar lebih banyak dibanding anak kecil di sekolah.

Karena Kemampuan Belajar bila tidak diuprgade maka kita akan menjadi kerdil dan tidak mempunyai nilai tambah di masyarakat. Orang berpengetahuan dan berkemampuan "Kerdil" selalu dihargai "Kerdil" juga.

Sooo Kita belajar dari siapa ?

Kita belajar dari alam semesta, belajar dari kantor kita bekerja, belajar dari tetangga sekeliling, belajar dari orang brengsek sekalipun, belajar dari Pemuka Agama yang suci. Kita senantiasa belajar sampai akhir hayat dikandung badan dan belajar dari sesiapapun.

Maka sangat tepat yang diceritakan Brian Herbert, Kapasitas belajar adalah hadiah, Kemampuan kita untuk belajar adalah ketrampilan, dan Kemauan untuk Belajar adalah Pilihan !

Saya di Tgl 1 Januari 2015 belajar dari anak saya.
Anda belajar dari siapa ?

Semoga bermanfaat !

Rabu, 31 Desember 2014

Tukar Kado Yukkkk

"The Purpose of Life is discover your gift. The Meaning of Life is to Give your Gift away" by David Viscott

Baru semalam diadakan acara tukar kado di kantor tempat saya bekerja. Di detik detik terakhir menjelang akhir tahun rasanya kok gak lengkap klo tidak bermain "tukar kado"

Acara tsb dimulai dengan masing masing staff membacakan Goal 2015 nya. Ada yang malu malu bercerita, ada yang berani lantang bersuara, ada juga yang cukup banyak goalnya di 2015. Semua sah sah saja frennn. Dan pribadi saya senang dengan keberanian staf staf yang mengungkapkan target dan impian mereka di 2015. Memang seharusnya begitulah kehidupan manusia, berani bermimpi dan berani bertindak !

Setelah pembacaan goal setting baru dilanjutkan dengan acara tukar kado, terus buka kado, foto narsis hehehe dan diakhiri dengan makan malam bersama. Event yang sederhana namun cukup menyentuh hati semua team didalamnya.

Anyway bukan event ini yang saya mau sharingkan, but reaksi dari para teman2 ketika membuka kado hasil tukaran tsb. Banyak sekali unsur kejutannya, ada yang senang, ada yang datar saja, ada yang pelan membuka kadonya, ada yang begitu "beringas" membuka kadonya, ada yang kadonya besar, ternyata hanya besar packaging aja hehehe, namun overall semua orang happy.

Nah selintas terpikir oleh saya, bukankah kehidupan kita juga kadang kala seperti acara tukar kado ?
Hidup juga kadang kadang penuh dengan kejutan, penuh dengan proses suka dukanya, kadang kita berpikir sudah pasti ini musibah atau bencana ehhh tak tahunya ini adalah satu keberkahan, kadang juga "bungkus luar" kadonya begitu istimewa sehingga kita beranggapan inilah saatnya peluang saya hadir, ehhh tidak tahunya hanyalah serpihan serpihan belaka.

Seperti yang terjadi dengan musibah pesawat air asia yg baru baru ini QZ8501, ada sekeluarga yang batal berangkat karena tdk diinformasikan perubahan jadwal penerbangan. Awalnya dipikirkan adalah musibah, tidak tahunya itu adalah cara Tuhan untuk memberikan berkah kepada keluarga tersebut. Musibah atau Berkah ? Who's Know heheheheh

Tidak ada yang bisa berubah dan mengelak dari proses kehidupan ini selagi kita masih hidup dan nafas (coba tarik nafas frennn, masih bisa nafas gak ? hehehe ) kecuali Anda sudah malas hidup hehe

Namun kita tidak bisa berpijak pada sesuatu yang tidak pasti. Selalu ada Respon Hati yang Pasti dan berpijaklah kepada Agama dan kepercayaan kita masing masing bahwasanya Tuhan tidak akan melebihi ujian dan cobaan dari yang sanggup kita terima.

"Mimpi yang Besar selalu menuntut Keberanian yang Besar dibarengi dengan Kesiapan menjalani Proses yang Besar"  by Erwin Tanes. Promosi dikit cuyy ....

Seperti juga yang dikatakan David Viscott, Tujuan hidup adalah menemukan apa karunia yang Tuhan berikan kepada Anda. Apa "The Gift" yang telah diberikan Yang Maha Kuasa. Setelah Anda menemukannya saatnya Anda memberikan Karunia atau Gift tersebut ke orang lain alias berbagi.

Makna terdalamnya adalah ketika Anda menemukan panggilan hidup Anda, segera berbagilah dengan orang lain. Seperti cita cita dari setiap anak SD (jaman dahulu) yang sedikit di "doktrin" untuk menjadi "manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa" . Begitulah selayaknya kita menjadi yang diajarkan di kelas dasar sekolah.

Bagaimana menurut Anda ?

Happy New Year 2015 !


Selasa, 30 Desember 2014

Only Focus on Your Values !

"When Wealth is Lost, Nothing is Lost; When Health is Lost, Something is Lost; When Character is Lost, Everything is Lost" by Billy Graham

Hai Freennn
Jumpa kembali setelah sekian lama vakum menulis.

Kali ini saya terpicu untuk menulis kembali disela sela kesibukan saya menyiapkan project baru saya untuk tahun 2015. Seorang teman baik saya tiba tiba bbm saya, karena sebelumnya beliau sudah tahu, saya akan buat project apa di 2015.

"Pak, lue napa gak mau ikut training di kota xyz, yang itu loh, trainer nya mengajar tentang hipnoterapi juga, memang biaya mahal, tapi sepertinya bagus dan cocok untuk project lue. Lue khan mau jalankan bisnis pelatihan, yah hitung hitung lue bisa lakukan hipnoterapi kepada peserta pelatihan lue"

Jawab saya ke teman tsb, "Bagus seh pak, ilmu hipnoterapi kalau dipelajari dan diterapkan, namun sepertinya tidak sesuai dengan nilai saya deh pak hehehe"

Saya tidak salahkan teman saya yang menawarkan pelatihan tersebut karena apa yang menjadi nilai beliau mungkin berbeda dengan apa yang menjadi nilai saya. Lagian beliau tidak berniat bergerak di bisnis pelatihan karena menjalankan bidang bisnis yang berbeda dengan saya.

Memang seh kala belajar hipnoterapi dan nantinya bisa menghipnotis peserta pelatihan berarti kita bisa mempengaruhi mood peserta dan juga interestnya mereka sehingga pelatihan yang saya bawakan bisa lancar lancar saja.

Hipnoterapi adalah sebuah ilmu yang sangat bagus kalau digunakan untuk orang yang kecanduan sesuatu, mau mengubah kebiasaan buruknya sehingga tidak melanjutkan kebiasaan tsb. Namun dalam konteks menghipnotis peserta pelatihan agar nurut dan menjadikan kelas pelatihan lancar sepertinya bukan gue banget hehehe. Keinginan saya adalah para peserta pelatihan akan alamiah untuk menjalankan proses belajar bersama saya.

Setiap orang mempunyai nilai yang berbeda beda. Tidak ada yang bisa beranggapan nilai saya lebih baik dari nilai anda karena masing2 dari kita menjalankan hidup yang berbeda beda pula. Namun beberapa hal harus digaris bawahi, nilai kita harusnya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak merugikan orang lain, harus sesuai dengan ajaran Agama yang kita anut dan tidak melawan Prinsip2 Kehidupan yang hakiki.

Tawaran teman saya jadinya mengingatkan saya dengan apa yang dikatakan Billy Graham, bahwa bila kita kehilangan character, value atau nilai diri kita maka semuanya hilang. Sehingga saya cek kembali diri saya sendiri dan mendapati bahwa saya berjanji akan mempunyai nilai sebagai seorang trainer adalah menjadi trainer yang selalu melihat keluar biasaan dari peserta training saya,

Saya enggan dan anti menjadi trainer yang terlalu komersial, yang membranding dirinya begitu luar biasa, yang lebih fokus menjual seminar dan bukunya, namun peserta pelatihannya tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimal dengan memasuki kelas trainingnya. (semoga saya selalu teguh memegang nilai saya hehehe, doakan yah frennn)

Nilai tersebut lah yang membuat saya sontak menjawab ke teman saya bahwa "ini tidak sesuai dengan nilai saya"

Selama kehidupan kita, memang selalu datang banyak tantangan dan masalah yang sering membuat kita terlena dan melupakan nilai kita. Namun Saya percaya selagi kita fokus kepada nilai kita, maka berkah dan rezeki pasti akan menghampiri kita. Bagaimana pendapat anda ?

Apa nilai anda ?
Yuk berbagi ke teman teman lainnya agar semua mempunyai nilai yang positif !

Semoga bermanfaat !

Selasa, 09 Desember 2014

Pembelajaran, Pengajaran, dan Pelatihan

" Kerancuan sistem pembelajaran kita, baik di sekolah atau universitas, bahkan sampai ke tempat orang bekerja mencari nafkah (perusahaan swasta maupun milik negara) berakar pada penyamaan secara sembrono beberapa hal yang esensial berbeda " (dikutip dari buku Menjadi Manusia Pembelajar by Andrias Harefa)

Hai Frennn
Jumpa kembali nehhh . Di Kesempatan kali ini ijinkan saya sedikit berbicara tentang belajar. Saya bukan ahli di bidang ini frennn but my passion ada di sini dan karena itu, ijinkan saya sharing dan menggali lebih dalam di topik ini.

Cerita ini berawal dari rasa keingin tahuan saya terhadap pola pengajaran yang terjadi di sekolah sekolah. Tidak dipungkiri bahwa banyak sekolah selalu menonjolkan murid nya yang berprestasi di akademis. Beberapa sekolah menonjolkan anak muridnya yang memenangkan lomba ini dan itu, bahkan sampai mempublikasikannya di media cetak.

Rasa ingin tahu saya juga semakin menguat ketika saya membaca buku " Menjadi Manusia Pembelajar " yang ditulis oleh Andrias Harefa, seorang Guru, Pelatih, Trainer yang sangat senior di bisnis pelatihan di Indonesia.

Dikatakan didalam buku tersebut, ada 3 tahap manusia dalam belajar :
1. Belajar Tentang
2. Belajar
3. Belajar Menjadi

Belajar Tentang

Di Tahap ini, semua manusia belajar tentang Teori, Konsep, Keilmuan. Proses Belajar ini disebut Pengajaran dan biasanya dilakukan oleh Guru Guru di Sekolah atau Dosen Dosen di Universitas

Belajar 

Di Tahap ini, Manusia belajar mengenai Prakteknya, Cara melakukannya. Proses Belajar ini dikenal dengan sebutkan Pelatihan. Biasanya Proses ini bisa diajarkan dengan mengikuti Seminar, Training, WorkShop, dsbnya.

Belajar Menjadi

Di Tahap ini, Manusia belajar menjadi Manusia Seutuhnya, Belajar mengenali diri sendiri dan memaksimalkan apa yang menjadi kekuatan dirinya. Proses Belajar ini disebut dengan Pembelajaran. Dan Proses Belajar ini tidak dapat diajarkan namun harus dilakukan sendiri dalam kehidupan nyata.

Fakta yang sering terjadi

Banyak Pihak tidak bisa memahami ketiga esensial ini sangat berbeda, Pembelajaran, Pengajaran, dan Pelatihan sering kali disalah artikan. Ketidak pahaman inilah yang menyebabkan kualitas anak bangsa tidak maksimal.

Ada Orang Tua yang menyerahkan masalah Pembelajaran Anaknya kepada Sekolah, dan itu salah besar karena Sekolah hanyalah Institusi Pengajaran.Tugas mendidik masih ada di Tangan Orang Tua dimana ketika Anak tersebut sudah cukup mandiri akan diambil alih oleh anak itu sendiri karena bukankah Pembelajaran adalah seumur hidup ???

Ada Juga Persepsi yang salah bahwa Pembelajaran tidak membutuhkan Pengajaran dan Pelatihan. Padahal yang sebenarnya Pembelajaran seorang Manusia akan mencapai titik maksimal kalau sebelumnya sudah dibekalin dengan Pengajaran dan Pelatihan yang cukup.

Atau mungkin ada istilah gak butuh teori, langsung aja praktek hehehe

Mudah2an kita2 semua mendapat gambaran yang benar tentang apa itu Pengajaran, Pelatihan, dan Pembelajaran

The Big Question is ........

" Bagaimana dengan Proses Belajar dari Kita semua atau Anak Kita  selama ini
? "

Tanggung Jawab Pengajaran ada di siapa ?
Tanggung Jawab Pelatihan ada di siapa ?
Tanggung Jawab Pembelajaran ada di siapa ?

Semoga bermanfaat !

Senin, 01 Desember 2014

Sikap mendahului Talenta

" A bad attitude is like a flat tire. If you don't change it, You will not go anywhere "

Hai Frennn
Jumpa kembali di artikel ini, hari ini saya mau sharingkan pengalaman kecil saya ketika menjalankan liburan cuti sehari saya di sabtu lalu.

Sebenarnya hanya karena iseng, tapi kok kalau gak diceritakan, sepertinya tidak puas yah hehehe.

Sabtu lalu saya mengambil cuti dari kantor dan disela sela cuti tersebut, saya sempatkan diri ke sebuah showroom mobil dari perusahaan otomotif ternama di Indonesia.

Memang sih sabtu sore waktu itu sekitaran jam 3an. Ketika masuk ke dalam ruang pamer mobil, saya merasakan kok sepi banget yah, Namun karena maksud tujuan saya hanya untuk " cuci cuci mata " lihat mobil maka saya gak perduli walau gak ada sales people yang menghampiri.

Satu persatu mobil saya pelototin dan cermati, saya rasakan suasana mobil baru seperti apa, Saya masuk ke dalam mobilnya, rasakan stir nya, dan empuknya sofa mobil tersebut.

 Nah ketika saya kepingin tahu lebih jelas tentang harga dan spesifikasi mobil tersebut, maka jadilah saya celingak celinguk untuk mencari sales peoplenya hehehe

Tidak ada yang nampak neh, biasanya banyak salesnya nonkrong namun sepertinya sore kali ini berbeda yah hehehe.

Akhirnya nyerah juga saya, saya melangkah ke bagian kasir bengkel di belakangan, kebetulan staff kasirnya masih bertugas.

" Mas, tidak ada sales counternya yah mas atau sudah tutup yah ? "
Staff Kasir dengan sigap menjawab " bentar pak, saya cek diatas, biasanya ada seh pak "

Serasa saya berbalik arah ke ruang pamer kembali, saya dikejutkan oleh sesosok manusia yang tertidur dan berlindung di balik besarnya meja counter sales wakakak Feeling saya sepertinya Staff Operator neh, cewek lagi frennnn alamakkkkk

Sharing saya boleh dianggap sharing ngalor kidur aja toh memang hanya untuk sharing aja frennnn

But saya kok jadi kesal yah, nama besar perusahaan otomotif terbesar di Indonesia jadinya tercoreng karena seorang staff wanita operator yang ketiduran di meja counter sales hehehe padahal saya pribadi juga mantan karyawan dari perusahaan tersebut, walaupun beda divisi mobil nya hehehe

Attitude adalah hal sangat sepele namun sebenarnya punya andil besar dalam kesuksesan kita semua. Yang membedakan prestasi, penghasilan, kesuksesan, kemakmuran dll sebenarnya hanyalah di Attitude hehehe.

Selagi Sikap Anda benar dalam melakukan segala hal maka seharusnya tidak perlu khawatir akan masa depan Anda frennn

Dan ini tidak terlihat pada pegawai wanita tersebut. Harusnya kalau cape dan butuh istirahat, yah bisa dilakukan di ruangan lain yang tidak bersentuhan dengan customer secara langsung atau juga maybe bisa permisi pulang dengan atasan hehehe jadinya nama baik perusahaan ternoda hehehehe

Maka tidak heran, sering kita dengan kata kata motivator yang berkumandang
" Attitude is Everything ! " 

Saya setuju 1.000 % dengan kalimat tersebut.
Bagaimana dengan Anda ?

Semoga bermanfaat ....

Kamis, 27 November 2014

What is Process ?

Haiii Frennn 
Menulis membutuhkan disiplin, ini yang saya rasakan sekarang hehehe
Belakangan saya lagi sibuk untuk merampungkan buku perdana saya
Doakan yah frennnn

ini adalah sepenggal bab dari buku yang saya tulis ...
Semoga bermanfaat ....

Apa itu Proses ?

Berbicara tentang proses sebenarnya kita berbicara tentang sebuah makna kata yang sangat dalam dan luas. Ijinkan saya membahas dalam paradigma yang lebih focus dan yang lebih mengena dengan kehidupan kita sehari hari. Saya akan memulai dengan sebuah pertanyaan ….

Menurut Anda, apa yang membuat air bisa mendidih ? Mendidih disini bukan berarti panas, karena definisi panas itu relatif tergantung persepsi masing masing orang. Mendidih disini bermaksud mempunyai suhu 100⁰C. Karena secara pengetahuan umum, air bisa dikategorikan mendidih bila telah mencapai 100⁰C.

Kembali ke pertanyaan semula, apa yang membuat air mendidih ?
Bukan karena dipanasin, bukan karena direbus, bukan karena dialirkan listrik (bagi yang pake ceret listrik). Semua yang saya sebutkan diawal adalah tentang cara agar air bisa mendidih. Pertanyaannya apa yang membuat air tersebut mendidih ?

Yang membuat air bisa mendidih adalah karena air tersebut bersedia melewati proses pemanasan sampai dengan 100⁰C. Yang membuat air bisa mendidih karena telah lewati proses peningkatan suhu panas derajat demi derajat dan berakhir di 100⁰C sehingga kita mengkategorikan air tersebut telah mendidih.
Kehidupan kita kadang kala sama seperti air yang didalam ceret. Kita mau mendidih (sukses) namun sering kali kita tidak paham bahwa untuk sukses perlu diproses. Diproses bermaksud kita semua harus sukarela menikmati suka maupun dukanya dalam menjalankan proses perjalanan kita menuju kesuksesan.

Proses merupakan sebuah kata yang sangat simple namun mempunyai makna yang begitu mendalam. Semua yang terjadi didalam kehidupan ini mengalami yang namanya proses. Tidak ada yang bisa menentang untuk tidak berproses.

Tumbuhan berproses dari kecil menjadi besar, terkena sinar matahari, harus menarik sumber air dan mineral dari akarnya, harus mampu menahan buah yang akan muncul, ataupun berbunga dan membiarkan kumbang untuk mengambil sari bunganya. Semuanya berproses dan membutuhkan waktu.

Bagaimana dengan manusia ? Sama saja, manusia juga menjalankan proses kehidupannya, dari masa bayi ke kanak kanak dan berlanjut remaja, terus menjadi dewasa dan berakhir menjadi tua. Satu Contoh kecil saja, masih ingat bagaimana sewaktu kecil kita belajar berjalan ? kita berproses juga, jatuh, berdiri lagi, jatuh dan berdiri lagi, dan sampai akhirnya kita bisa berjalan dengan lancar. Semuanya juga mengalami proses.

Jadi apa definisi sebenarnya dari proses ?

Berdasarkan Wikipedia, Proses adalah  urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil.

Namun ijinkan saya memberikan definisi pribadi saya tentang proses.
Proses adalah serangkaian peristiwa yang terjadi terus menerus dan mengakibatkan perubahan dari bentuk awalnya.

Maksudnya adalah peristiwa tersebut membuat sesuatu yang diproses itu berubah dari bentuk awalnya. Bisa saja bentuk awalnya A, dan karena berproses menjadi B.

Proses adalah Perubahan

Agar mudah dicerna dan dipahami, Kita juga bisa mendefinisikan Proses adalah Perubahan.
Dan melihat dari persepsi tersebut, proses perubahan bisa terjadi karena alami dan bisa juga karena sengaja didesain.

Contoh proses yang terjadi secara alami adalah proses sebuah ulat menjadi kepompong dan akhirnya menjadi seekor kupu kupu yang cantik. Ini adalah proses alami seekor ulat.

Sedangkan Proses yang sengaja didesain lebih banyak terjadi kepada benda mati (walaupun bisa diterapkan di makhluk hidup juga) Contohnya seperti, Ketika pabrik besi memproses bijih besi untuk dibuatkan menjadi potongan besi yang rapi dan berbobot berat yang sama maka Bijih besi tersebut akan  menjalankan proses yang sengaja didesain manusia untuk membentuknya menjadi potongan besi yang dikehendaki. Itulah proses yang sengaja didesain.

Lebih bagus yang alami atau desain ?

Manusia juga sama dalam berproses, beberapa diantara kita berproses secara alami, beberapa diantara kita juga menjalankan proses yang sengaja kita desain untuk memaksimalkan potensi dalam hidup kita.

Seorang manusia yang terlahir di keluarga yang sederhana akan menjalankan proses alaminya untuk hidup sederhana, bertahan hidup, mencari penghasilan, menghemat, dsbnya. Bagaimana dengan anak manusia yang terlahir di keluarga yang lebih berada ? Mereka juga menjalankan proses alami mereka untuk menjadi bagian dari masyarakat yang berada.

Nah Bagaimana dengan proses yang didesain ?

Ketika mereka secara sadar diri untuk sengaja masuk ke sebuah kondisi yang membuat mereka tidak nyaman karena mereka siap diproses untuk menjadi lebih baik.

Contohnya kita kembali ke cerita diatas, anak dari keluarga sederhana tersebut berjuang agar bisa kuliah kedokteran sedangkan keluarganya tidak mampu. Maka secara sadar, anak tersebut memaksakan dirinya untuk diproses. Mungkin dengan bekerja dulu menabung uang untuk kuliah kedokteran, ataupun berbisnis dulu dan keuntungannya untuk kuliah. Nah anak tersebut sengaja masuk ke proses yang didesainnya sendiri untuk beroleh masa depan yang lebih baik.

Jadi inilah yang disebut proses yang sengaja didesain untuk memaksa kita memicu potensi yang ada didalam diri kita. Sederhananya ketika kita meninggalkan Zona Nyaman kita untuk mencoba sesuatu yang baru, disanalah kita kembali berproses


Mana yang terbaik ? Proses Alami atau Proses Desain ? Anda yang tentukan sendiri.

Senin, 03 November 2014

Semua berawal dari Guru

" Profesi Pertama sebelum lahirnya Profesi Lainnya adalah Guru "

Hai Frennnn

Mau Sharing Pengalaman neh ...
Kemarin saya mengikuti sebuah acara Pagelaran Senam Massal di Sebuah Gedung Pertunjukkan yah awalnya jujur saya mengikutinya bukan karena mau melihat senam tsb hehehe tapi karena kedua anak saya berpartisipasi dalam Pagelaran Senam tsb mewakili Sekolahnya.

Pagelaran Senam ini diikuti oleh 25 Sekolah dari seluruh Sumatera Utara. Yang mau saya sharingkan bukan Senamnya Frennn Tapi Terkesima nya saya adalah Ketika melihat banyak sekali Anak2 Seusia 6 sd 13 tahunan yang mewakili Sekolahnya untuk ikut " bersenam ria "

Terkesimanya saya adalah disaat memandang ke Pancaran Mata Mereka yang berbinar bercahaya, Mimik Wajah mereka yang begitu Antusias ketika Anak2 tsb dipanggil ke atas panggung maupun ketika mereka berbaris sewaktu memasuki Aula acara.

Lalu saya berujar kepada istri saya yang duduk disamping saya, " Dek kalau anak anak ini tetap pada Frekwensi Positive seperti ini, tetap pada semangat belajar dan bermain yang begitu luar biasa, Kelak mereka akan menjadi Orang Besar, Dek "

Ya Bener Frennn Anak2 seusia SD dan SMP, memiliki daya bermain dan belajar yang begitu tinggi. Bagaimana menjaga konsistensi Anak2 tsb untuk tetap pada Frekwensi yang Positive ?



Karena mereka harus menghadapi Dunia Masyarakat yang tentu tidak se "ramah" Dunia Sekolah mereka hehehe

Jawaban ada pada Orang Tua dan Guru ....
Namun kalau Fair boleh disebut juga Orang Tua memainkan Peranan Guru juga dalam kehidupan Anak2 tsb.

Guru Merupakan Profesi yang sering sekali dilupakan oleh banyak orang. Sebuah Profesi " Pahlawan Tanpa Tanda Jasa "

Coba Anda ingat ingat frennn
Kalau dulu belajar membaca apakah Anda ada dipandu oleh Guru Anda ? hehehe
Pastinya ada Freeennnn

Terpulang dari Pro dan Kontra tentang sistem Pendidikan di Indonesia ini ataupun Kompetensi dan Karakter sebagian Guru di Indonesia namun tetap saja frennn Guru punya andil besar dalam kehidupan kita frennnn

Sooo saya tidak mengajak Anda berhenti bekerja dan menjadi Guru hehehe

Jadilah Guru dalam peranan Kita masing2 Frennn

Sebagai Atasan jadilah Guru bagi Staf2 Anda
Sebagai Orang Tua jadilah Guru bagi Anak2 Anda
Sebagai Pimpinan Perusahaan jadilah Guru bagi Karyawan2 Anda

Have A Nice Monday Morning !
Semoga Bermanfaat !