Senin, 23 Maret 2015

Human Touch sangat penting di bisnis MLM namun mengapa tidak semua Leader melakukan dengan BENAR ?

"Jika Anda berbicara dengan seseorang dengan "bahasa Anda" yang dia mengerti maka dia akan mengingatnya di pikirannya. Jika Anda berbicara dengan menggunakan "bahasa dia" maka dia akan memahaminya sampai ke hatinya" by Nelson Mandela

Haii Frennn !

Human Touch sering kali disoundingkan dalam industri MLM. Sehebat apapun produk Anda, Sistem Pelatihan, ataupun pembagian bonus di MLM Anda namun bila bisnis Anda tidak "memanusiakan" manusia maka MLM Anda tidak akan langgeng. Selalu banyak badai dan tantangan yang akan Anda hadapi.

Dan alangkah lucunya banyak Leader yang menggaung gaungkan Human Touch namun tidak memahami makna sebenarnya dari Human Touch itu sendiri hehehe. Mereka terjebak memperlakukan siapapun (member mereka) seperti memperlakukan diri sendiri, alhasil tidak semua "human touch" menjadi tepat sasaran. Bila saya sederhanakan, maka Human Touch adalah kemampuan seseorang didalam menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain.

Berhubungan dan berkomunikasi itulah networking hehehe dan Anda berada di bisnis Network Marketing. Soo kalau begitu penting, mengapa banyak Leader sering tidak maksimal dalam melakukan "bangun hubungan" tsb ?

Salah satu penyebab utamanya adalah karena mereka tidak memahami tipe dari member MLM nya. seperti yang dikatakan Nelson Mandela, bila kita hanya berkomunikasi dengan bahasa kita yang mereka mengerti maka mereka hanya akan mengingatnya di otak mereka. Namun bila kita sanggup berbicara dengan bahasa mereka maka mereka akan mengingatnya sampai ke hati.

Siapa sih yang gak mau kalau bisnis MLMnya selalu diingat semua member mereka didalam hati mereka ? hehehe

Tipe Tipe Member

Ada tiga tipe member yang dikategorikan berdasarkan tujuan mereka bergabung menjadi member. Saya hanya mengambil dari garis besarnya saja. Untuk gampangnya saya pake bahasa "kategori" dibandingkan "tipe".

Yang pertama, Kategori A saya namakan,. Kategori ini adalah Kategori Leader pembangun jaringan. Member begini selalu haus pencapaian, penghargaan, prestasi dan salah satunya juga haus akan keberhasilan finansial (jangan munafik frennn hehehe)

Nah Kategori beginian Anda harus fokus membantu mereka kembangkan bisnis mereka. Sering Kategori A juga disebut "Team Inti". Melalu mereka mereka lah omset bisnis MLM Anda akan mengucur kencang. Dan melalui mereka lah, akan tercipta banyak leader leader baru dalam jaringan Anda (walau dari kategori lain juga bisa namun peluang terbesar yah tetap dalam kategori ini)

Perlakuan Anda terhadap Kategori A adalah "Gembleng dan didiklah dengan keras seperti Anda mendidik diri Anda sendiri untuk sukses" .Bila member kategori ini tidak tahan dengan motivasi, didikan, dan pengarahan Anda, perlu kroscek kembali, maybe dia hanyalah kategori B atau C yang lagi "nyamar" jadi Kategori A ? hehehehe

Kategori kedua (Kategori B)adalah Kategori Penjual. Orang yang beginian sangat berorientasi jangka pendek. Mereka akan sangat senang mendengarkan bila ada program diskon, atau promo atau bisa jadi produk baru yang akan dilaunching. Karena kegemaran kategori ini menjual maka sering kali bahasa bahasa mereka adalah "keuntungan langsungnya berapa ? bisa jual harga konsumen berapa ? promo jualannya sampe kapan ? dll ".

Perlakuan Anda terhadap Kategori B adalah "Selalu update bila ada produk baru, promo baru, dan sesuatu yang berbau uang langsung ketika mereka menjual". Nah tipe begini jangan dipaksa masuk ke kelas kategori A karena akan buat mereka frustasi (ayam kok disuruh terbang seperi elang hehe)

Apalagi kadang kadang member2 MLM yang semakin termotivasi buta dan memaksakan kehendak agar member kategori B ini ikut seminar atau pelatihan yang berbau motivasi (kecuali training produk mereka kebanyakan mau) maka dijamin 1.000 % akan kabur duluan. Kebutuhan di mereka bukan kembangkan bisnis namun uang langsung. Soo Anda harus cermat mendeteksinya.

Kategori ketiga adalah Kategori C yaitu konsumen. Apa kebutuhan dasar konsumen? Ya kebutuhannya adalah produk kita. Nah loyalitas dan kecintaan mereka terhadap produk kita yang wajib harus kita maintenance.

Perlakuan khusus ke Kategori C ini adalah "informasikan semua yang menyangkut produk, promo, sales, dkk". Dan sesekali pendekatan dengan tipe ini untuk meminta testimoni atas kualitas produk kita. Bila ada seminar seminar yang memang menyangkut produk yang mereka sering pakai maka undanglah mereka menghadirinya.

Cara kita memperlakukan kategori C ini juga beda, Jangan sesekali cerita uang didepan kepada kategori ini hehehe mereka kadang kala cukup sensitif (atau pura pura sensitif). Yang konsisten Anda lakukan adalah memantau perkembangan mereka setelah memakai produk kita. Itu tandanya kita care dengan mereka. Syukur syukur diberikan referensi untuk teman2 nya yang lain yang butuh produk kita.

Soo dengan perlakuan yang tepat, ketiga kategori member kita merasa puas dan nyaman berhubungan dengan kita maka mudah2an omset Anda akan meningkat, testimoni dan referensi akan banyak membanjiri Anda , dan ujung ujungnya jaringan Anda akan berkembang pesat.

Perlakukan bebek sebagai bebek, ayam sebagai ayam, dan elang sebagai elang, Terima kasih dan Semoga bermanfaat !

Next Artikel, kita membahas lanjutan kerangka berbisnis yang ketiga, yaitu Sistem Kontrol yang Teruji.
Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755



Senin, 16 Maret 2015

Mengapa jaringan saya di luarkota pada rontok semua ? Part II.

"Coming Together is Beginning, Keeping Together is Progress, Working Together is Success" by Henry Ford

Hai Frennn,

Sesuai janji saya, kali ini kita akan bahas point kedua dalam mengembangkan jaringan keluar kota. Artikel sebelumnya bercerita tentang bagaimana merancang Program yang Jelas maka dengan Program yang Jelas akan membuat member Anda menjadi jelas dan bisa menjalankan Program tersebut dengan baik di daerah yang mau Anda kembangkan (tentunya di luar kota)

Nah kebanyakan dari Para Leader MLM ketika menjalankan bisnisnya diluar kota,, kehabisan amunisi hehehe, bukan amunisi modal uang saja, namun kebanyakan kehabisan kesabaran, semangat, ketelatenan, bahkan ada yang menyebutkan "kehabisan leader luar kota".

Paradigma ini sering sekali saya jumpai didalam keseharian saya sewaktu masih aktif berdinas di salah satu Top 10 MLM di Indonesia. Kebanyakan yang terjadi, Leader terlampau semangat sehingga melupakan bahwa Program yang Jelas haruslah dicocokkan juga dengan Team yang Tepat hehehe.

Ibaratnya Program itu adalah listrik, maka Team yang Tepat adalah kabel yang tepat sehingga kekuatan listrik bisa disalurkan dengan baik oleh kabel. Listrik yang berkapasitas besar memerlukan Kabel yang serabut tembaganya juga lebih tebal. Listrik yang untuk penggunaan rumah tangga, cukup memerlukan Kabel yang standard saja.

Demikian Program Pengembangan Jaringan Anda ke daerah haruslah dijalankan oleh Team yang tepat. Bukankah bekerja dengan orang yang tepat mempercepat kesuksesan bisnis Anda ? Dan kebalikannya, bekerja dengan orang yang kurang tepat akan memboroskan waktu, energi, dan bahkan uang Anda ?

Tidak Semua Member MLM Anda adalah Team yang Tepat !

Member MLM yang bergabung didalam jaringan bisnis Anda tentu mempunyai kategori dan kebutuhan yang berbeda beda. Bila dipilah pilah maka terdapatlah 3 kategori besar yaitu : Kategori Pemain Jaringan, Kategori Penjual dan terakhir Kategori Konsumen.

Nah Kategori terbanyak biasanya berasal dari Tipe Konsumen ini (biasanya sekitar 60 sd 70 % dari jaringan Anda) Kategori kedua biasanya dari Tipe Penjual ( 25 % ) dan Tipe Pemain Jaringan atau sering dipanggil leader adalah hanya 5 %.

Mengapa perlu dibahas kategori member ?

Karena banyak diantara para Leader yang sering "miss" dalam memperlakukan tipe tipe member ini. Contohnya : Seorang Konsumen (yang jadi member Anda) yang senang memakai produk Anda karena kualitas produknya, bila Anda memaksakan selalu mengikuti Kelas Motivasi, apa yang akan terjadi ?

Sudah pasti bahwa member tersebut akan kabur dan lama kelamaan menjauh dan ujung ujungnya tidak belanja produk dari Anda lagi. Mengapa demikian ?

Tentu saja karena kebutuhannya hanyalah kualitas produk. (Ingat bahwa dia hanya konsumen) dan mereka tidak (belum) butuh solusi bisnis MLMnya.

Apakah mereka tidak mungkin butuh solusi bisnisnya ? Bisa saja, suatu saat mereka butuh itu, namun ada baiknya Anda tidak terlalu jor joran bersemangat menjebloskan mereka ke kelas motivasi diawal awal mereka mulai menjadi konsumen. Lakukan secara bertahap ( Minta panduan Upline Leader Anda yang lebih Senior dalam hal ini )

Makanya seperti quote yang diucapkan Henry Ford bahwa
Kalau cuma datang bersama sama (join member) itu hanyalah permulaan.
Bila bertahan bersama sama itu (membernya jadi konsumen atau penjual) itu hanyalah proses.
Namun bila bekerja bersama sama (membernya siap sukses dan mau fokus membangun jaringan) itulah sukses sejati.

Jadi Tipe Member seperti apa yang cocok untuk kembangkan bisnis keluar kota ?

Tentu saja Tipe Pemain Jaringan, yaitu Tipe member yang memang fokus sukses dari bisnis MLM seperti Anda. Soo ketika Anda mulai "menyerang" sebuah daerah baru, pastikan "pasukan" Anda adalah yang setipe dengan Anda (tipe pemain jaringan)

Tidak lucu lah Anda membuka lahan baru namun pasukan penyerang yang Anda pakai hanyalah seorang konsumen yang notabene hanya membutuhkan produk saja. Makanya banyak Leader yang berteriak " Kok Leader saya di luarkota tidak aktif yah !"

Teriakan tersebut biasanya saya jawab dengan "Yang Ibu / Bapak maksud dengan namanya Leader itu siapa ? " hehehehe Leader Pejuang yang membuka lahan baru bersama Anda yah haruslah Leader bertipe Pemain Jaringan, karena mempunyai semangat, visi misi, komitmen, dan sikap yang mau sukses seperti Anda.

Ingatlah pepatah ini " Jangan Potong Ayam dengan Pisau Buah " hehehe

Jadi Tipe Konsumen tidak baik ?

Sangat baik lah Frennnn, 70% Omset Anda pasti dihasilkan oleh konsumen, jadi kalau tidak ada konsumen dalam jaringan Anda maka siap siap kehilangan omset porsi terbesar dalam bisnis Anda.

Nah itu salahnya banyak bisnis MLM di Indonesia yang hanya mengagung agungkan sistem pelatihannya dan figur Leadernya saja, Alhasil banyak MLM di Indonesia yang rontok ataupun macet karena yang difokuskan hanyalah sistem pelatihan tanpa memahami bagaimana kebutuhan seorang konsumen hehehe

Bahasa kasarnya "jaringannya banyak, tapi omsetnya gak ada" hehehehe

Lohhh Kalau begitu tipe mana yang terbaik ? (sabar yah frennn akan saya bahas dalam artikel selanjutnya )

Kalau Tipe Penjual ?

Tipe Penjual biasanya bermain short term, boleh sih Anda berkolaborasi dengan Tipe Penjual untuk membuka lahan baru, namun pastikan bahwa Anda mampu untuk konsisten membentuk Leader Lokal disana.

Jangan terlalu berharap dengan Penjual, karena orientasinya keuntungan jangka pendek. Bila ada produk lain dan keuntungan lebih besar, biasanya mereka suka tergoda menjual yang lainnya.

Namun tetap saja Penjual juga menghasilkan omset untuk bisnis Anda bukan ? Soo juga ada teknik untuk memperlakukan mereka ( akan saya bahas di next artikel juga hehehe )

Team yang Tepat = Team Inti

Team yang tepat untuk membangun jaringan Anda bisa disebut juga Team Inti. Berapa lama sampai Anda bisa dapatkan Team Inti atau per berapa ratus member baru muncul 1 orang Team Inti ? Itu semua tergantung seberapa konsisten Anda menjalankan bisnis MLM Anda. Sepengalaman saya, biasanya Team Inti terbentuk dalam waktu 1 sd 2 tahun dan dari 50 sd 100 member baru ketemu 1 orang Team Inti.

Soo Bisnis MLM adalah bisnis kacangan ? Jauh jauh lah pemikiran tsb, karena bangun seorang Team Inti juga perlu waktu tahunan. Jadi bila yang tidak serius atau hanya berharap hasil instan, biasanya orang tersebut tidak bertahan lama di MLM. Maka dari itu Bisnis MLM merupakan Bisnis yang Profesional !

Soo apa kaitan Konsumen, Penjual, dan Pemain Jaringan ?

Sepertinya artikel saya sudah cukup panjang x lebar, Next Artikel kita akan membahas kaitannya yah frennn. Pastinya bila Anda mau kembangkan bisnis MLM di luar kota, bolehlah bertanya "Who are The Leaders?" atau Anda boleh bertanya "Apakah Leader saya sudah merupakan orang yang tepat untuk buka lahan diluar kota?"

Semoga bermanfaat freeennn !

Salam Hebat Luar biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755


Senin, 09 Maret 2015

Mengapa jaringan saya di luar kota pada rontok semua ?

"Networking is more about "farming" than it is about "hunting". It is about cultivating relationships" by Dr Ivan Misner

Haii Frennn ?

Seringkah Anda menghadapi kondisi seperti ini ? Sudah sering Anda membangun jaringan keluar kota, sudah banyak investasi yang Anda habiskan disana, sudah ketemu leader yang cocok dan aktif menjalankannya, produk Anda sudah diterima di masyarakat tersebut, namun usaha dan semua yang Anda bangun mendadak rontok dalam hitungan bulan, baik omset maupun jaringan, bahkan mungkin leader yang Anda elu elukan malah pindah ke bisnis MLM lainnya .. (sakitnya tuh disini hehehe )

Saya sering berjumpa dan sharing dengan Leader MLM yang mengeluhkan hal tersebut. Kebanyakan diantara mereka adalah Leader yang Berkomitmen, Pekerja Keras, dan Positif. Namun kok seakan akan kondisi bisnis di luarkota tidak selalu berpihak kepada mereka.

Untuk menelusuri sebab akibat nya baiknya saya sharingkan satu perangkat (tools) yang sangat berguna untuk sesiapapun Anda didalam mengembangkan jaringan ke luar kota. Mudah mudahan sedikit banyaknya Anda memiliki Guide Line sehingga tidak melulu mengandalkan hanya "Semangat" saja dalam menjalankan bisnis ini karena MLM adalah Bisnis Profesional frennn soo Anda harus kelola secara profesional juga.

Sebuah Bisnis MLM bisa masuk ke sebuah daerah harus melihat dari 3 point kerangka berbisnis dalam menyusun strategi bisnis MLM itu sendiri yaitu : Program yang Jelas, Team yang Tepat, dan Sistem Kontrol yang Teruji. Ketiganya sengaja saya tuliskan berurutan karena memang sistematisnya begitu dan tidak bisa dibalik balikkan.

Seperti Quote yang ditulis Dr Ivan Misner, seorang Network Marketing Guru di Dunia yang mengatakan, Networking lebih kepada farming daripada hunting. Jadi frenn jangan berharap bermain hit and run (biasanya itu tabiat pemain MONEY GAME)

Kita bukan seorang pemburu, Kita adalah Petani. Saya tegaskan lagi, "Pemain MLM murni adalah Petani."

Dan Petani memerlukan proses  untuk menghasilkan hasil pertanian yang baik. Proses tersebut mencakup spt : Proses pemilihan bibit, proses menanam, proses merawat, proses menuai, dll soo ada tahapan sistematis proses yang tidak bisa semena mena dilompatin hehehe ( tepuk jidat masing masing, dan katakan ... "Kita ini Petani ..... Jangan berharap hasil instan ..." )

Menjelaskan ketiga point ini bisa menjadi sebuah pembahasan seru yang maybe menghabiskan waktu 7 hari 7 malam frennn hehehe. Tentunya kali ini kita kupas satu persatu, saya hanya cerita point yang pertama dulu.

Program yang Jelas.

Point ini dijadikan yang pertama karena seyogianya ketika Anda memasuki sebuah daerah baru untuk mengembangkan MLM Anda, maka Anda harus sudah mulai berpikir, Program Apa yang akan saya tawarkan ? Apakah saya masuk dulu dengan Program Bisnisnya ? Apakah Produk Kesehatan saya ? Atau Produk Kecantikan ? Ataukah Motivasi ? Atau kah ...... ( Anda isi selanjutnya yah hehehe )

Beberapa MLM pemula tidak memiliki banyak program ataupun kategori produk sehingga mereka biasanya mengandalkan satu "jurus" untuk membuka lahan baru. Bisakah berhasil ? Bisa saja kalau saja "satu jurus" itu tepat menjawab kebutuhan masyarakat setempat sehingga mereka berbondong bondong masuk ke MLM tsb. Namun yah jangan terlalu naif dan berpikir bahwa "satu obat" untuk semua jenis penyakit hehehehe

Kalau Bisnis MLM Anda memiliki beberapa Program unggulan dan juga Kategori Produk yang cukup luas maka patut berbahagialah Anda karena Peluang Anda semakin besar didalam membuka lahan baru, tentu yah harus dibarengi hal hal lain juga seperti kerja keras, komitmen, memilih Team yang tepat, dll yang akan saya jelaskan di next artikel.

Program yang Jelas mempertegas Fokus !

Untuk memahami Program yang Jelas maka sebaiknya Anda memiliki beberapa Team Inti yang melakukan Trial kecil kecilan di daerah tersebut, lebih baik lagi kalau Team Inti Anda merupakan Orang Lokal Setempat karena lebih memahami permasalahan di daerah tersebut.

Disinilah kebijakan lokal diperlukan, Anda tidak bisa serta merta membawa standard Anda ketika membangun wilayah baru apalagi ngotot hehehe. Memang di MLM dibutuhkan Antusias dan Semangat, namun itu tidak cukup lagi di jaman sekarang frennn ... Dibutuhkan juga Strategi dan ilmu mengelola team (ini bisa jadi satu topik tersendiri "Leading VS Managing" hehehe next time lah kita sharingkan yang ini) Ingatlah Pepatah ini, "Think Global Act Local !"

Banyak hal unik yang terjadi sepengalaman saya puluhan tahun di industri MLM ini. Ada wilayah yang ketika Anda masuki harus melalui Sesepuh (senior) disana, Ada juga wilayah yang anti kalau Anda belum apa apa sudah cerita uang diawal pertemuan, ada pula justru yang tidak basa basi dan langsung nanya "gue dapat apa?" dan soo banyak lagi hehehe

Saran saya Trial kecil2an bisa Anda lakukan dalam waktu 1 sd 3 bulan. Setelah itu aturkan sebuah meeting mastermind group kecil2an untuk membahas hal tersebut dan menajamkan fokus dan memperjelas program yang akan dijalankan. Ada baiknya bila Anda melibatkan pihak Management MLM tsb ( pihak perusahaan )

Di beberapa perusahaan MLM, ada kok management nya yang senang dilibatkan dalam membahas program pengembangan daerah dengan leader2nya. Memang sih ada juga perusahaan MLM yang cuek bebek dan cuek itik bila diundang diskusi membahas strategi pengembangan daerah hehehe ... Namun yah saya pikir tidak menjadi halangan bagi Anda, karena bukankah Bisnis MLM ini adalah Bisnis Anda sendiri ?


Nah setelah programnya jelas maka wajib disosialisasikan ke all team terkait. Disinilah peranan penting Anda sebagai Pemimpin, bagaimana menjelaskan Program tersebut dan memperjelas fokus, target, sasaran yang mau dicapai didaerah tersebut. Dan juga yang tidak kalah penting adalah menginspirasikan mereka agar mau bertindak (bukankah salah satu tugas besar pemimpin adalah menciptakan visi dan memperjelas fokus). Ingatlah sebuah pepatah mengatakan "Clarity is Power".

Beberapa ciri ciri Program yang Jelas :
1. Program tsb bisa membantu masyarakat didaerah tsb.
2. Program tsb sederhana untuk dijelaskan, dipahami dan bisa dijalankan.
3. Program tsb tidak melanggar adat budaya di daerah tsb.
4. Program tsb memiliki urgensitas tinggi artinya harus memicu mereka bertindak.
5. Program tsb harus memiliki periode waktu (saran saya 1 sd 2 tahun)

Dan selain yang diatas semua, dibutuhkan Sikap Hati yang "Konsisten" dari seorang pemimpin. Walaupun diawal awal program, belum menunjukkan hasil memuaskan, lakukan terus menerus, konsisten, bila perlu segera sharing, diskusi, dan memperbaiki program menjadi lebih baik.Konsisten berapa lama ? yah seminimal selama Program tsb berlangsung ( 1 sd 2 tahun )

Bila Anda tidak memiliki hati untuk konsisten selama itu maka saya sarankan jangan buka wilayah baru karena akan sia sia saja. Karena pengalaman berbicara, butuh proses waktu antara 1 sd 2 tahun untuk benar benar bisa mendidik seorang leader daerah menjadi mandiri, sevisi misi dengan kita, berkompeten dan berkarakter.

Maka mudah mudahan dengan Program yang Jelas, semua Team Inti Anda memiliki visi misi sama, pemahaman yang sama, dan juga fokus yang sama didalam membangun bisnis MLM di wilayah baru tersebut.

Semoga bermanfaat ....

Next artikel kita akan sama sama sharingkan point kedua, Team yang Tepat !

Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755





Senin, 02 Maret 2015

Mempromosikan Bisnis MLM Anda dengan 4 P !

The Main Thing is to keep “The Main Thing” The Main Thing by Steven Covey

Haiii Frennn,

Menjalankan sebuah bisnis MLM selalu merupakan sebuah gairah tersendiri, apalagi banyak masyarakat belum jelas membedakan mana yang "money game" dan mana yang MLM murni. Kegairahan terutama bisnis MLM juga terletak pada bagaimana mengatur (managing) manusia dan juga memimpin (leading) mereka (baca : para member) menuju Sukses Sejati.

Seyogianya bila ada yang bertanya, MLM itu bisnis apa ? Maybe gamblangnya bisa dijawab “Kami berbisnis dengan membangun jaringan manusia yang sevisi semisi dan memasarkan apapun produk dan jasa kami melalui jaringan tersebut“

Yes ! MLM adalah Bisnis Pengembangan Manusia, namun yah tidak senaif itu juga.

Memahami sebuah bisnis MLM yang kuat, juga bisa dilihat dari pilar pilar yang mendukung bisnis tersebut berdiri. Beberapa minggu lalu kita telah sama sama membahas tentang keseimbangan 3 elemen keuntungan. 

Kali ini kita membahas 4 Pilar pendukung suksesnya sebuah bisnis MLM, saya singkat dengan 4 P.

Kalau Anda seorang Marketers, pasti Anda tidak asing dengan Marketing Mix 4 P bukan ? Nah 4 P untuk bisnis MLM hampir mirip dengan fungsi 4 P di Marketing Mix dari bisnis konvensional. Tentunya detail nya cukup berbeda karena konsep bisnisnya juga berbeda.

Memahami 4 P ini juga adalah keharusan bagi semua insan pemain MLM seperti quote yang diucapkan almahum Steven Covey, Hal Terutama adalah mempertahankan “Hal Terutama” untuk tetap menjadi Hal Terutama. Dalam MLM bisa dikatakan 4 P inilah Hal Terutama.

4 P for MLM Business

P yang pertama adalah Perusahaan. Bisnis MLM yang kuat kokoh haruslah dilihat dari latar belakang perusahaan tersebut dan bagaimana historis perusahaan didirikan. Apakah merupakan perwakilan dari bisnis MLM di Negara asia lainnya atau amerika, eropa, dsbnya. Siapakah pemimpinnya, pengalamannya di MLM, sudah berapa lama perusahaan tersebut beroperasi di International dan Indonesia sendiri. Visi Misi Perusahaannya seperti apa, apakah MLM adalah Core Bisnisnya ataukah hanya merupakan bisnis sampingan dari Konglomerasi Bisnis lainnya yang tentu lebih besar.

Bila didetailkan maka bisa panjang x lebar untuk P yang pertama ini. Intinya bagaimana Anda nyaman dan merasa sreg dengan background perusahaan tersebut.

P yang kedua adalah Produk. Sehebat hebatnya system MLM dan Bonus yang tinggi bila tidak ditunjang oleh produk yang unik dan berkualitas maka tentu pasti tidak akan maksimal bisnis MLMnya. Salah satu esensi utama MLM adalah memasarkan produk lewat jaringan, yah dalam artian ini adalah produk dan jasa yang Anda tawarkan melalui MLM  Anda.

Unikkah produk Anda ? Mudah dijumpai di pasaran ? Berkualitas kah ? Harga produknya affordable gak ? dan bisa segudang pertanyaan seputar produk, tentunya Anda bisa lanjut bertanya sendiri tentang produk MLM Anda.

P yang ketiga adalah Plan. Arti dari plan disini adalah system pembagian bonus untuk membernya. Ujung ujungnya dari seseorang menggeluti MLM tentu adalah Bonus dan  Keuntungannya bukan ?

Anda bisa menggali beberapa pertanyaan spt ini : Apakah Plan Bonusnya cukup menguntungkan gak ? Bagaimana porsi pembagian keuntungan bagi yang level pemula, menengah dan level puncak ? Apakah ada pemaksaan untuk investasi atau membeli produk dalam jumlah banyak hanya agar capai sebuah peringkat ? Seberapa banyak leader leader yang telah mencapai posisi, peringkat, bonus dan penghasilan seperti yang dijanjikan Bisnis MLM Anda ? Anda bisa terusnya menggali sendiri tentang plan ini hehehe ….

P yang terakhir adalah Pelatihan. Bisnis MLM sarat akan tantangan dan penolakan, apalagi member MLM bisa berlatar belakang berbeda beda. Maka tentunya dibutuhkan system pelatihan yang bisa melatih para member supaya mampu bersaing di lapangan.

Nah pertanyaan yang perlu diajukan spt : bagaimana system pelatihan yang ada di bisnis MLM Anda ? Programnya konsisten gak ? Menjawab kebutuhan gak ? Sederhana gak untuk dipelajari ? berdampak gak ? dstnya ….

P ini ditaruh di terakhir namun merupakan kunci dari semua pengembangan bisnis MLM. Orang yang tidak dilatih maka tidak mempunyai skill dan orang yang kekurangan skill akan menjadi tidak produktif yang berujung kepada tidak tercapainya omset bisnis yang diharapkan.

Jadi sederhananya selalu ingat 4 P bila Anda kepingin menceritakan kehebatan bisnis MLM Anda. Pengalaman saya berkeliling ke berbagai daerah menunjukkan banyak member MLM tidak mampu menjelaskan kekuatan bisnis MLM nya dengan baik dan sistematis.

Saya contohkan satu cara untuk promosi dengan konsep 4 P ini sbb : Perusahaan kami adalah International dll …., Produk nya tentu berkualitas dan jarang ditemukan dipasaran karena ……, Plan kami sangat adil dan transparan loh, untuk level pemula saja bisa menghasilkan sd ………,  Pelatihan di bisnis MLM kami sangat komprehensif, banyak loh member yang berkembang kepribadian karena rutin mengikuti pelatihan kami …..

Anda bisa create sendiri yah cara promosikan MLM Anda dengan 4 P ini hehehe

What's about your MLM ?
Mudah mudahan bermanfaat bagi frennnn yang menjalankan MLM.

Minggu depan, kita akan mulai masuk ke ranah strategi pengembangan bisnis. Topik pertama " Mengapa jaringan saya di luar kota pada rontok semua "

Ini adalah pembahasan yang sangat seru dan juga karena selama lebih sepuluh tahun, saya banyak berkecimpung di divisi pengembangan bisnis MLM maka mudah2an artikelnya bisa membantu Anda, para penggiat MLM untuk lebih besar lagi bisnisnya dan menjadikan bisnis yang bermanfaat sebesar besarnya bagi member dan keluarga mereka.

Salam Hebat Luarbiasa !
Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Senin, 23 Februari 2015

Relakah Perusahaan MLM Anda berinvestasi kedalam organisasi dan SDMnya ?

“The Growth and Development of people is the highest calling of a leader“ by John C Maxwell.

MLM merupakan sebuah bisnis yang unik dan sungguh merupakan terobosan terbaru di dunia wirausaha dalam dekade terakhir ini, tentunya selain bisnis internet yang belakangan ini booming.

Banyak pengusaha pengusaha MLM yang sukses luarbiasa di bisnis mereka masing masing yang kalau dipikir pikir dengan profile dan latar belakang mereka di bisnis konvensional, maybe tidak akan sesukses di MLM.

MLM memungkinkan seorang ibu rumah tangga menjadi sukses luar biasa.
MLM juga memungkinkan seorang yang tidak berpendidikan tinggi bisa sukses.
MLM juga memungkinkan seorang pengusaha yang stress menjalankan rutinitas bisnis menjadi sangat enjoy dan santai karena kebebasan memilih waktu untuk berbisnis.
MLM juga memungkinkan banyak pemuda Indonesia yang bebas waktu, berpenghasilan lumayan dan keliling dunia gratis.

Itulah MLM dengan segala keunikannya. Tentunya kita semua paham dan memahami, yang mana adalah MLM Murni dan yang manakah "Money Game" yang berkedok MLM hehehe.

Beberapa minggu lalu kita telah membahas tentang elemen keuntungan bagi perusahaan dan bagi seorang member MLM. Kesempatan kali ini kita akan membahas elemen keuntungan bagi Karyawan MLM itu sendiri.

3. Elemen Keuntungan bagi Karyawan Perusahaan MLM.

Saya teringat sebuah statement yang luar biasa, “Mau lihat sukses dari seorang pemimpin, lihat saja kesuksesan dari pengikutnya”

Statement ini benar benar teruji di dunia nyata. Bila boleh saya plesetkan sedikit untuk disesuaikan dengan topic kali ini maka “Mau lihat masa depan bisnis MLM sebuah perusahaan maka lihat saja bagaimana mereka menangani dan menghargai karyawannya”

Seperti juga quote yang saya kutip dari John C Maxwell, sedikit saya cocokkan dengan topik kita yaitu bahwa "Pertumbuhan dan Pengembangan dari para pengikut (karyawan MLM) merupakan Panggilan Tertinggi bagi seorang Leader (Management MLM)"

Apalagi di bisnis MLM yang banyak godaan godaan sehingga karyawan MLMnya berpikiran mau juga sukses di bisnis MLM tsb. Tentunya perusahaan MLM yang sehat mempunyai kode etik yang tegas menyatakan bahwa karyawan MLM dilarang untuk bermain atau menggeluti bisnis MLM nya.

Namun itu tidak menjadi satu solusi mutlak bahwa karyawan MLM tersebut tidak tergoda menjalankan bisnis MLM tsb. Bisa saja mereka masuk member dengan menggunakan nama orang tua, suami, adik, dll agar bisa juga menikmati bonus dari bisnis MLM perusahaan tsb. Biasanya juga bila sudah terjebak di posisi tersebut maka karyawan MLM tersebut tidak bisa melayani member member lainnya dengan baik dan netral lagi.

Dan bila dicermati, Perusahaan MLM banyak mengadakan Program Pelatihan dan Motivasi yang ditujukan bagi Member MLM, tentunya para member MLM akan terupgrade ilmunya dan lebih maju dalam pengembangan dirinya.

Sayang banyak Perusahaan MLM yang lupa mengupgrade kemampuan karyawannya dengan Program Pelatihan dan Motivasi hehehe sehingga kepincangan mindset dan kualitas diri menjadi tidak berimbang disini.

Jadi apa solusi terbaiknya ?

Management MLM yang cerdik selalu mampu inovatif dalam menciptakan keuntungan bagi karyawan MLM, seperti karir yang jelas, insentif bulanan dan tahunan, bahkan beberapa perusahaan sampai memberikan insentif berupa tour keluar negri gratis bagi karyawan MLM yang berprestasi dan senior.

Bukan hanya itu saja, keuntungan juga bisa dalam bentuk kesempatan mengikuti pelatihan dan seminar motivasional yang bisa memompa semangat dan etos kerja dari karyawan MLM tersebut.

Hal lain juga adalah memberikan penghargaan yang “cukup seimbang” dengan penghargaan yang biasanya Management berikan kepada Leader atau member MLMnya. 

“Cukup Seimbang” bisa bermakna, setinggi tingginya penghargaan bagi seorang leader MLM, yah tetap haruslah memberikan penghargaan setimpal juga untuk karyawan MLM yang berprestasi juga. 

Bukankah internal customer bagi management adalah “Karyawan itu sendiri” ?
Sindrom ini yang sering dilupakan banyak perusahaan MLM lainnya di Indonesia. 

Seperti pepatah yang mengatakan “Mau melayani Singa (Leader MLM), maka setidaknya Anda melatih karyawan MLM Anda seperti seekor Harimau” Yah kalau kambing yang melayani singa maka selalulah kambing tersebut diterkam hehehehe

Soo melihat Masa Depan bisnis MLM, bolehlah kita sedikit banyak melihat bagaimana keseimbangan pengaturan keuntungan antara Leader, Management, dan Karyawan MLM itu sendiri.

What’s about your MLM ?

Next time kita akan membahas tentang "4 pilar penting bagi sebuah bisnis MLM" agar bisa berdiri kokoh dan mempunyai sustainability dengan persaingan yang ketat di dunia bisnis.



Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes


*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Rabu, 18 Februari 2015

Relakah Leader MLM memberikan keuntungan bagi Perusahaan MLMnya ?

“Bisnis yang bisa sustain (bertahan) adalah bisnis yang senantiasa menciptakan profit yang cukup” by Erwin Tanes

Bisnis MLM yang langgeng berarti bisnis yang harus bisa menjaga profit antara ketiga kepentingan, yaitu member, management dan karyawan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling menjaga keseimbangan satu sama lainnya.
 
Terlalu pro dan kontra terhadap yang satu akan mengakibatkan Bisnis MLM Anda menjadi goyah.

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas tentang elemen keuntungan bagi Distributor atau Member. Kali ini kita berbicara tentang “Relakah Leader MLM memberikan keuntungan bagi Perusahaan MLMnya ?”

Tentunya kita akan sama sama membahas tuntas tentang point kedua dari tiga elemen keuntungan yang harus seimbang dari sebuah perusahaan MLM.

2. Elemen Keuntungan bagi Management Perusahaan

Berbicara keuntungan yang wajar, banyak sekali mindset yang salah dari leader atau member MLM, kadangkala juga dari karyawan yang bekerja didalam perusahaan MLM tersebut.

“Sewajarnya perusahaan memberikan yang terbaik donk untuk kami kami yang merupakan ujung tombak di lapangan dalam memasarkan produk mereka” cetus seorang leader MLM dengan kesal karena terlambat membeli promo produk yang ditawarkan karena sudah habis stok hehehe

“Perusahaan khan untungnya banyak, omset naik terus, harusnya disharekan donk untuk karyawan lebih banyak, bonus tahunan digedekan, gaji dinaikkan lebih baik, tidak ada kita kita yang melayani para member, mau jadi apa tuh management MLM ?” sahut juga seorang karyawan yang merasa berkontribusi lebih di perusahaan MLM.

Kedua jenis “teriakan” tersebut sering saya dengar sewaktu masa saya bertugas sebagai Regional Wilayah di sebuah perusahaan MLM. Karena tugas saya mengharuskan saya berada di tengah tengah antara Leader MLM dengan Karyawan Cabang yang bertugas. Kadang kala lapis tiga lagi wakakak, antara Leader MLM, Karyawan Cabang, dan juga Management Perusahaan.

Orang bilang kalau jadi orang tengah paling susah hehehe karena kejepit terus menerus, disisi lain mau bela kepentingan management yaitu omset dan profit, disisi satu lagi, perlu pendekatan dengan leader MLM yang kadang kala menuntut program yang terlalu tidak masuk akal, dan juga mesti menangani karyawan cabang yang mengeluh ini dan itu.

Jadi kalau ditanya berapa lapis ? Ratusan hehehehe

Kembali ke cerita profit untuk management perusahaan. Sebuah bisnis MLM yang sehat haruslah memberikan profit yang "cukup" untuk perusahaan dan pemegang sahamnya.

Profit yang cukuplah yang memungkinkan management perusahaan untuk bisa melakukan berbagai manuver korporasi, seperti ekspansi buka daerah baru, menambah lini produk baru, dan merancang program program marketing terbaru.

Nah beberapa perusahaan MLM cukup “ciamik” dalam meramu Program Program Inovatif seperti ini. Mungkin karena management puncaknya berpusat di beberapa orang saja jadi mudah ambil keputusan, bisa jadi memang merupakan MLM dari luar negri yang biasanya memiliki budget program yang lebih besar dari MLM local.

Profit terlalu kecil untuk management perusahaan ?

Kondisi ini bila terjadi maka siap siaplah bangkrut dan perusahaan tidak mampu bayar bonus member MLM nya dan juga gaji karyawan. Kalau sekedar cukup saja, maka perusahaan MLM nya akan kena sindrom “mati suri”, yaitu hidup segan, mati tak mau hehehe.

Yah tentu saja mati suri, karena perusahaan gak punya dana lebih yang bisa diputarkan untuk ekspansi, program baru, dll karena hidupnya pas pas an saja hehehe.

Anda cermati di Indonesia sekarang ini, banyak perusahaan MLM yang terjebak di kondisi “mati suri”. Beberapa MLM seperti itu mulai ditinggalkan leader atau member yang jeli melihat kondisi perusahaan. Kalaupun masih ada, hanya sisa leader leader senior yang kurang produktif. Leader leader muda yang masih enerjik dan bermimpi besar akan mencari perusahaan MLM yang sevisi misi dengan mereka.

Atau juga karyawan yang berprestasi pada hengkang untuk berkarir di perusahaan MLM lainnya atau di bidang lainnya.

Profit yang diambil terlalu besar ?

Management dan Pemegang Saham akan bertambah kaya dan makmur, namun profit bila tidak dikembalikan sebagian ke member MLM balik (dalam bentuk program insentif dll) atau ke karyawan (kesejahteraan staff) maka perusahaan tersebut juga akan ditinggal pergi member MLM dan karyawannya.

Perusahaan MLM seperti ini biasanya booming di 1 sd 2 tahun pertama didirikan dan setelah pemegang saham berlimpah dan lebih sejahtera maka mereka mulai  memikirkan bisnis lain dan tidak fokus lagi di Industri MLM yang awalnya memberikan mereka profit.

Karena tujuan mereka hanyalah profit dan keuntungan saja tanpa memikirkan tanggung jawab di perusahaan, karyawan dan member MLM  khususnya dan juga Industri MLM pada umumnya.

Profit harus “cukup” menguntungkan !

Cukup berarti ada simpanan dana bila suatu saat perusahaan terkena krisis dan butuh dana cadangan untuk bertahan hidup.
Cukup berarti bila diperlukan untuk ekspansi bisnis, ada dananya.
Cukup berarti memperhatikan kesejahteraan karyawan dan menghargai yang berprestasi.
Cukup berarti secara teratur merancang program program inovatif bagi member supaya membantu member didalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Cukup berarti bisa memuaskan pemegang saham sehingga hasil investasi mereka (diawal awal perusahaan didirikan) menjadi terbayarkan.

Bagaimana dengan MLM Anda ?

Semoga bermanfaat !

Next Artikel kita membahas "Elemen Keuntungan bagi Karyawan Perusahaan MLM"

“Relakah Perusahaan MLM Anda dalam berinvestasi kedalam organisasi dan SDMnya ?”

Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai perusahaan dan instansi pemerintahan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755


Senin, 09 Februari 2015

Mengapa Bonus Tinggi di MLM bukanlah segala galanya ?

"Uang memang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang !"

Ini adalah statement yang sering dilontarkan beberapa Leader atau Member MLM ketika mereka melakukan prospecting kepada calon member. Sebuah perkataan yang sangat benar dan menohok banyak orang bahwasanya banyak diantara kita merasakan perlu tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat.

Namun banyak pula masyarakat Indonesia yang masih malu malu kucing ketika memikirkan penghasilan tambahan apalagi jalankan MLM .... OMG ......

Kembali ke topik utama kita, mengapa saya membuat judul yang menyatakan bahwa Bonus Tinggi di MLM bukan segala galanya ? kok jadi paradoks hehehe diawal saya cerita uang penting, trus judulnya malah bertolak belakang ?

Saya setuju uang (bonus) itu penting namun bukan segala galanya untuk sebuah perusahaan MLM sukses di Indonesia.

Banyak Perusahaan MLM di Indonesia belakangan ini sangat pede, hanya bermodalkan perhitungan bisnis yang bisa menghasilkan bonus tinggi sudah berkoar koar bahwa bisnisnya yang paling menguntungkan.

"Pokoke dijamin deh, Anda akan untung kalau bergabung dengan bisnis ini dan langsung menjadi jutawan" Itulah sepenggal janji yang sering ditawarkan leader MLM tsb.

Buktinya perusahaan MLM dengan penawaran bombastis seperti ini sering kita lihat seperti pergerakan komet di angkasa. Cahayanya terang, maybe ada bunyinya, letupan letupan kecil, kadang mengeluarkan api namun sayang kebanyakan masa hidupnya hanya sebentar saja.

Bonus yang tinggi tidak salah frennn, itu salah satu pemikatnya, namun bagi frennn yang menjalankan atau akan menjalankan bisnis MLM baiknya melihat kepada ketiga keseimbangan ini, yaitu Keseimbangan antara keuntungan bagi seorang member MLM, bagi Management Perusahaan, dan juga bagi Karyawan yang bekerja didalamnya.

Di artikel kali ini kita membahas point pertama dulu.

Elemen Keuntungan bagi Distributor atau Member.

Perusahaan MLM bisa survive,bertahan hidup, dan menjadi besar adalah merupakan kontribusi dari member yang konsisten memasarkan produk dan menghasilkan omset bagi perusahaan. Maka seyogianya pembagian bonus atau keuntungan untuk mereka haruslah "cukup" menarik dan menguntungkan.

Saya memakai kata "cukup" untuk memaknai bahwa bonus tinggi bukan satu satunya cara bagi sebuah perusahaan MLM untuk survive dan mempertahankan kesetiaan dari leader dan membernya.

Banyak kok bisnis lainnya yang mempunyai keuntungan lebih besar dari sekedar bonus di bisnis MLM, namun jangan tanya modal awalnya berapa yah ? wakakakak.

Bonus yang terlalu tinggi sampai tidak masuk diakal (biasanya sih MONEY GAME yang berkedok MLM) akan mengurangi profit perusahaan.

Dan Profit yang berkurang akan membuat Perusahaan tidak sehat, dan berakhir juga dengan mengurangi berbagai fasiltas karyawan atau perusahaan itu sendiri.

Karyawan yang demotivasi akan menurunkan tingkat pelayanan dan ujung ujungnya berimbas kembali kepada bisnis MLM yang dijalankan member member tsb.

"Gak papa lah, yang penting ane yang jadi membernya dapat bonus yang tinggi"

Kalau frennn yang setuju statement diatas maka siap siaplah frenn mendapat julukan "Kodok MLM"

Karena hanya senantiasa melompat sana lompat sini untuk mendapatkan bonus tinggi dari beberapa MLM yang berbeda.

Hati hati frennn lama kelamaan konsumen atau pelanggan frennn akan kesal, bentar nawarin produk ini, bentar nawarin itu, hehehehe. Bisa bisa tingkat kepercayaan konsumen frennn akan tergerus gara gara jurus "Kodok MLM" yang frenn jalankan.

"Kalau bonus MLM nya terlalu kecil ?"

Yahhh gak usah ditanya lagi, Leader dan Member MLM akan kabur sendirinya wakakak. Harusnya yah keuntungan bisnis MLM nya berbanding lurus dengan tingkat kesulitan memasarkan produk tersebut.

"Soo bagaimana ?"

Banyak kok keuntungan menjakankan bisnis MLM yang tidak didapatkan oleh bisnis lain, seperti lebih santai mengatur waktu, modal lebih kecil dibanding beberapa bisnis lainnya, lebih enjoy karena setiap tahun selalu ada insentif tour keluar negri, ada meningkatkan pengembangan pribadi mereka, dan masih banyak lagi.

Dan sekarang banyak perusahaan MLM berlomba lomba untuk merancang Program Keuntungan tsb sehingga menjadi Satu Paket Program Keuntungan yang menarik. (Ingat loh frennn saingan Bisnis MLM bukan dari sesama MLM lagi, namun dari Bisnis Konvensional, Bisnis Online, Peluang Agen Asuransi, Agen Properti, Broker Saham dan banyak lagi )


Semua dilakukan agar para eksekutif, member pemula, dan prospek menjadi tertarik menjalankan Bisnis MLM mereka bahkan untuk Leader MLM yang sudah berpengalaman agar meninggalkan jurus "Kodok MLM" untuk menjadi "Merpati MLM" yang selalu setia hehehe.

Bagaimana dengan MLM Anda ?

Semoga bermanfaat !

Next Artikel kita membahas "Elemen Keuntungan bagi Management perusahaan MLM"

Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi perusahaan dan pemerintahan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755