Sabtu, 04 Juli 2015

Terinspirasi dari Handphone Baru Anak

"Everything comes to us that belongs to us if we create the capacity to achieve it" by Rabindranath Tagor

Hai Freennnn,

Sebuah Kisah Nyata ketika anak saya baru mendapat handphone baru, seperti biasa senangnya anak kecil yang mendapat mainan baru, "Pa, ntar bantu isikan game ini itu yah ... ", pesannya kepada saya.

Setelah instalasi dan memasukkan beberapa game kesukaannya, saya coba menjalankan aplikasi gamesnya dan menemukan keganjilan dalam proses tsb.

Kok games yang dimainkan begitu lambat loadingnya yah ? Apakah salah di Kartu Perdana yang saya beli, Paket Datanya yang kurang, or Games nya yang berat sehingga berat untuk dimainkan ?

Ujung ujungnya saya give up dan membawa ke Toko Hand Phone kenalan dan meminta tolong untuk diperiksa, Apakah Memory HP nya yang kurang or salah dimana ? Soalnya dengan Games sejenis, dimainkan di HP yang lain, tidak ada masalah kok.

Ternyata Frennn permasalahan di HP nya adalah HP tersebut tidak bisa mengakses jaringan 3G, hanya bermain di aringan 2G saja hahaha. soo dengan games yang harus terkoneksi internet, maka sudah pasti loadingnya akan lambat. Padahal HP tsb secara tampilan bagus, secara warna dan kualitas monitor juga tidak kalah canggih, apalagi merk nya juga bukan merk abal abal.

Berarti masalahnya adalah di "Kapasitas" untuk menerima jaringannya yang belum tinggi. Saya termangut mangut dan serasa mendapatkan pencerahan baru, bahwa secanggih apapun sebuah alat, aksesoris, dan secantik apapun penampilan luarnya, bila kapasitasnya 2G yah HP tsb tetaplah HP 2G hahahaha.

Seperti Quotes diatas, Berkah apapun akan datang kepada kita, tergantung "Kapasitas" kita mampu menerimanya atau tidak. Saya pernah menulis di buku saya, The Success Messenger, istilahnya adalah "Daya Tampung". 

Fokuskan diri kita untuk tidak semata mata mempercanggih diri, mempercantik penampilan, dan memasangkan berbagai aksesoris aksesoris kehidupan yang menyilaukan mata saja, tapi baiknya kita belajar untuk memperbesar "Daya Tampung" kita supaya Berkah atau Peluang apapun yang datang dalam hidup kita bisa segera kita ambil dan manfaatkan.

Selamat menambah "Daya Tampung" kita semua !

Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

Rabu, 24 Juni 2015

Belajar Nilai Nilai bisnis MLM dari Singapore !

"Belajar boleh dari sesiapapun, ambil positivenya, modifikasikan, dan aplikasikan kembali untuk Pribadi Kita semua untuk menjadi Lebih Baik !" By Erwin Tanes

Hai Frennn ,

Sudah lama gak bersua, karena kesibukan memberikan pelatihan dan berkeliling kemana mana hehehe, kali ini saya mau sharingkan sedikit pengalaman saya ketika melakukan travelling di Singapore.

Kebetulan saya mengikuti Program yang dibuat sebuah Support System bisnis MLM yang terkemuka di Indonesia, dimana saya hadir sebagai Pengamat diluar dari Sistem tsb. Saya sangat beruntung karena diijinkan ikut nimbrung dan menjadi bagian dari Program tsb, walaupun hanya sebagai seorang Pengamat saja.

Program tersebut bukanlah Program Travelling yang biasa, karena yang berhak mengikuti Program tsb adalah Member Member MLM yang telah Qualified persyaratan tertentu yang diharuskan Support Systemnya. Awalnya saya terpikir yah Program jalan jalan pasti begini2an aja, seperti Travelling Biasa, namun kali ini sungguh berbeda dan luar biasa.

Perbedaan yang jelas adalah para member membernya diberikan kesempatan belajar langsung di lapangan, bagaimana melihat peta, bagaimana naik MRT, bagaimana memahami jalur Rute Bus, dan bila dicermati dengan baik, semua mengandung nilai nilai pelajaran yang tidak ternilai.

Jadi semacam "Pelatihan OutBound Khusus" selama beberapa hari namun OutBound nya di kehidupan nyata.

Seperti perkataan dari Top Leader Support System tsb, " Belajar tidak melulu harus di kelas, dengan Travelling malahan member saya bisa belajar lebih banyak, belajar dari aktivitas dan dari kehidupan nyata negara lain "

Soo Apa yang bisa kita pelajari dari Singapore ? Ini adalah penilaian pribadi saya, bila tidak berkenan, maafkan daku, bila senang, silahkan share ke teman teman yah hehehe

SYSTEM

Singapore adalah Negara SYSTEM. Ini sangat terlihat dari Transportasi Umum yang digunakan, Anda mau kemana saja, asalkan masih terjangkau Bus atau MRT, maka Anda akan sampai di sana.

Setiap Halte bus sudah diatur sedemikian rupa sehingga walaupun tujuan Anda tidak terlalu dekat dengan halte bus namun Anda juga tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk menjangkaunya.

Pelayanan umum juga sudah sangat efisiensi karena System yang dibangun telah teruji dan dilakukan penyempurnaan demi penyempurnaan supaya masyarakat Singapore semakin nyaman. Mereka diharuskan patuh dengan SYSTEM. (baca: TEACHABLE) 

DISIPLIN

Singapore adalah Negara yang sangat DISIPLIN. Kelihatan dari kebersihan, ketepatan waktu, dan banyak sekali. Salah satunya adalah dari langkah langkah pejalan kaki yang berjalan di Stasiun MRT. Semuanya bergerak dan berjalan super cepat, tentunya karena mereka sudah mengetahui arah tujuan mereka. (baca : TUJUAN mereka sudah JELAS)

Kedisiplinan mereka juga membuat semua peraturan, informasi, pelayanan, bisa dijalankan dengan baik oleh semua lapisan masyarakat (baca: ter DUPLIKASI kan dengan baik). Memang sih ada beberapa daerah yang kurang disiplin namun overall bisa dikategorikan Disiplin.

SDM yang Kompetitif

Tidak ada apapun di Singapore yang merupakan kekayaan alam bagi negara mereka. Satu satunya yang mereka miliki hanyalah Manusia. Namun dikarenakan mereka sadar POSISI mereka ada dimana, dan apa yang terpenting untuk mereka kembangkan, maka mereka sangat komitmen dan intensif untuk mengembangkan SDM mereka.

Mereka percaya hanya dengan SDM yang bernilai dan kompetitif maka kekurangan sumber daya alam dari negara mereka tidak akan menjadi kelemahan mereka. Singapore juga sangat menjunjung tinggi penghargaan (baca: PINTAR EDIFIKASI) terhadap seorang atlit.

Ini terlihat nyata dari dalam MRT di Singapore. Di Kaca Kaca MRT tersebut tertempel stiker yang berwajahkan setiap Atlet Atlet Singapore yang ikut bertanding di Sea Games 2015, lengkap dengan Wajah Mereka, Nama, Atlet bidang mana, dan wilayah tinggal dimana.

Dengan Penghargaan Negara yang sedemikian tinggi terhadap atlit yang bertanding, maka jangan heran, Sea Games yang lalu, Singapore meraih juara nomor 2, hanya kalah dari Thailand. Singapore pintar menghargai rakyatnya yang berprestasi.

Sebenarnya cukup banyak yang bisa dipelajari dari Singapore but saya terpikir ini tiga yang utama frenn hehehe.

Bila sama sama kita cermati, apa yang kita pelajari dari Singapore itu sebenarnya bisa diterapkan dalam bisnis MLM dari teman teman sekalian. Bukankah percaya System, Edifikasi, Disiplin, dan Fokus kepada SDM, itu adalah Nilai Nilai yang seharusnya ada di bisnis MLM kita semua ?

Apa yang dipelajari dari Singapore bisa kita terapkan dan kembangkan di Indonesia frennn khususnya di Bisnis MLM Anda. Ingat freennn Indonesia memiliki Jumlah Penduduk yang menggiurkan untuk bisnis MLM.

Soo segera bertindak dan See You at The Top ! Semoga bermanfaat !

Erwin Tanes
*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755







Rabu, 10 Juni 2015

System, Produk atau Program Marketing ? Manakah yang harus diprioritaskan Leader MLM ?

"Prioritas bisa diambil ketika kita melihat berbagai sudut pandang berbeda dan berani memutuskan yang terutama dari yang utama" by Erwin Tanes

Haiii Frennn Artikel kali ini berbicara tentang Prioritas antara System, Produk dan Program Marketing. Disini sering muncul dilema dilema, misleading yang tercipta, misunderstanding yang berlarut larut dan akhirnya menghambat kinerja bisnis MLM Anda.

Sebelum kita bercerita tentang Cara Memilih Prioritas, ada baiknya kita membahas definisi dan tujuan dari masing masing komponen.

Support System

Tentu berdasarkan asal katanya saja, Kita bisa menebak definisinya yaitu sebuah sistem yang mendukung bisnis MLM Anda. Sistem disini bisa dibagi sistem pertemuan, pelatihan kepemimpinan, maupun sistem penghargaan.

Tujuan Support System (bila Anda berani berpendapat) hanyalah satu yaitu Duplikasi. Komponen lainnya hanya pelengkap saja frenn. Sebuah System bisa disebut System kalau bisa diduplikasikan dan menghasilkan pemimpin baru di dalam bisnis MLM.

Support System biasanya didirikan oleh Top Leader MLM nya agar mempermudah Leader didalam melatih, membina, mensupervisi, dan mengembangkan pemimpin berikutnya. Namun ada juga beberapa perusahaan MLM yang menciptakan Support Systemnya sendiri, dimana para Top Leader akan duduk sebagai dewan penasehat, dan yang membantu proses eksekusi sistem adalah staft staff yang digaji perusahaan MLM tsb.

Jebakan Program Support System

Sering kali karena punya pandangan dan kepentingan yang berbeda dengan manajemen bisnis MLM, maka banyak Top Leader merumuskan Program Sistem yang kadang kala cukup kaku dan tidak fleksibel dengan perkembangan jaman. Leader Leader tersebut terjebak dalam fanatisme yang berlebihan sehingga tidak bisa melihat peluang peluang lain dan kemungkinan kemungkinan lain untuk memperlengkap Program System yang dijalankan.

Ada juga sihh Top Leader yang cukup intens berhubungan dengan Management Bisnis MLM nya sehingga program system yang diluncurkan bisa seirama dengan program program perusahaan. Seirama bisa juga berarti meminjam momentum sehingga tidak terlalu berat dan memboroskan sumber daya ketika menjalankan program systemnya.


Program Produk

Tujuan dari Program tersebut tentulah memperkenalkan produk bisnis MLM nya dengan sebaik mungkin, dan mengharapkan penjualan yang meningkat dari tahun ke tahun sehingga Leader Leader MLM juga merasakan penghasilan yang besar dari penjualan tsb.

Disini pengkategorian produk sangatlah penting, cukup aneh kadang kala saya melihat produk dari perusahaan MLM yang saling meng "kanibal" produknya sendiri. Disinilah sangat diperlukan intuisi bisnis yang tajam sehingga produk produk yang diluncurkan adalah memiliki pasar tersendiri dan potensi market yang masih besar (market belum jenuh)

Contohnya untuk produk meningkatkan imunisasi tubuh, kadang kala sampai ada beberapa jenis produk yang fungsinya mirip mirip. Mungkin pemikiran Management Bisnis MLM nya, daripada pasar saya dimakan kompetitor, baiknya saya makan sendiri lagi dengan produk baru yang mirip hehehe

Jebakan Program Produk

Jebakan dari Produk sering terjadi disaat peluncuran produk baru. Momentum dan saat yang tepat meluncurkan sebuah produk baru sangatlah penting, bisnis MLM adalah bisnis jaringan, dimana sangat menggantungkan omset perusahaan dari penjualan member membernya.

Bila peluncuran produk baru tsb tidak melalui proses diskusi, seleksi atau jajak pendapat lewat Top Top Leader, biasanya produk baru tersebut kurang mendapat dukungan leader leader dan seakan akan Management MLM tsb memasarkan sendiri ke member membernya.

Program Marketing

yaitu sejenis Program untuk mempromosikan bisnis MLM, produk, dan kadang kala digandeng dengan adanya campaign jalan jalan keluar negri. Tujuan Program Marketing sangat beragam, tergantung dari moment nya dan situasi kondisi yang terjadi.

Ada Program Marketing yang bertujuan menaikkan jumlah new member, ada yang bertujuan menambah bonus penghasilan leadernya, ada yang juga untuk mensukseskan produk baru yang dilaunching. Semua sah sah saja frennn yang penting program tsb tidak bertentangan dengan program system dan juga menjaga timing momentum nya dengan program produk.

Jebakan Program Marketing

Anda bisa terjebak bila bisnis Anda akan bergerak maju kalau hanya selalu mengharapkan booster atau campaign campaign marketing. Apalagi campaign yang diciptakan semakin menjauhkan Anda dari Program System yang sedang Anda jalanin sekarang ini.

Bagaimana menentukan Prioritas ?

Perusahaan MLM sering saya umpamakan adalah seperti Restoran Nasi Padang. Coba Anda bayangkan, bila memasuki Restoran Padang, ada apa apa saja yang tersajikan untuk Anda ? Banyak bukan ? Ada Gulai Kepala Ikan, Sambal Ikan, Dendeng Balado, Ayam Pop, Ayam Bakar, Cumi Goreng, Telor, dll wah wah wah jadi lapar neh frenn hehehe

Kalau Anda nanya ke karyawan restoran, makanan apa yang enak disana, kira kira Anda dapat jawaban apa ? hehehe "Semua enak tentunya !"

Tugas Anda adalah jeli melihat kondisi Anda sendiri, dan memilihkan menu makanan yang paling cocok dengan Anda, memang sesekali Restoran tsb menawarkan "Menu Baru" yah silahkan Anda coba dan rasakan enak atau tidak hehehe

Demikian Frennn dalam Anda menanggapi dan menentukan prioritas, Program System, Program Produk atau Program Marketing ? Tidak ada yang bisa berdiri sendiri, Anda harus mengkombinasikan dan mencari formula yang tepat untuk Group Anda.

Misalnya Anda sedang fokus menjalankan Program System dengan konsisten, mendadak muncul produk baru yang cukup menarik bagi Anda, dan ternyata waktu bersamaan diluncurkan juga campaign marketing yang menggiurkan.

Maka Anda harus berani memikirkan kembali, Program system yang saya jalankan akan lebih maju gak yah bila saya mempromosikan produk baru ini ? Terus selain daripada semua member member saya fokus jalankan program system, apakah campaign marketing ini membantu gak yah untuk mempercepat kesuksesan bisnis saya ? Bagaimana caranya saya mengedukasi member member saya agar tetap pada jalurnya di program system, namun mereka tetap bisa memanfaatkan momentum produk baru dan juga campaign marketing yang dikeluarkan perusahaan ?

Bila Anda menitik beratkan kepada bisnis jangka panjang dan kepingin passive income maka saran saya, Program System adalah yang harus diprioritaskan. Produk Baru dan Program Marketing haruslah mendukung Program System Anda !

Bila tujuan berbisnis Anda hanya menginginkan keuntungan langsung yang besar, maka Anda bisa fokus dengan Program Produk dan Program Marketing yang sedang berlangsung. Karena tentu saja yang namanya Program Produk ataupun Campaign Marketing, itu adalah bersifat season atau musiman dan biasanya menawarkan keuntungan langsung yang besar.

Pesan saya cuma satu frennn :
Pintar pintar mengambil Momentum namun bisnis Anda tidak boleh terjebak "Menunggu Momentum !"

Semoga bermanfaat !

Erwin Tanes
*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Jumat, 05 Juni 2015

Multi Level atau Direct Selling, manakah konsep bisnis MLM Anda ?

"Important Principles may and must be flexible" by Abraham Lincoln

Hai Frennnn, Tahun 2015 merupakan Tahun Peluang Usaha, dimulai dengan beberapa perlambatan ekonomi dan dollar semakin menguat dan menekan rupiah. Sampai dengan artikel ini diturunkan, 5 Juni 2015, satu dollar sudah hampir mencapai angka Rp. 12.300,-.

Dan tahun ini memicu pergerakan dari beberapa industri , salah satunya industri MLM. Banyak perusahaan MLM baru yang masuk ke pasar Indonesia dengan segudang penawaran dan peluang bisnis yang berbeda beda.

Banyak yang menawarkan sistem binary, ada yang berfokus kepada product, dan ada pula yang berkonsep direct selling. Sebenarnya konsep mana sih yang terbaik dan bila Anda adalah penggiat MLM, maka perlu ditanyakan Konsep MLM Anda yang dijalankan sekarang adalah konsep apa ? Pertanyaan selanjutnya, Konsep MLM Anda bertahan gak dalam krisis dan perkembangan jaman yang serba canggih ini ?

Balik ke Sejarah dulu

Kita akan kupas satu persatu frennn. Menilik dari sejarah industri penjualan langsung, yang juga pernah saya bahas di blog ini dalam judul yang berbeda, Industri Penjualan Langsung bermula dari konsep sederhana yang disebut "Direct Selling", itu sekitar tahun 1886 oleh sebuah perusahaan kosmetik yang bernama "AVON".

Konsep Direct Selling adalah Konsep dimana penjual menjual langsung ke end user atau konsumen. Tenaga Penjual tersebut tidak digaji oleh perusahaan namun mendapatkan komisi yang cukup tinggi berupa selisih harga modal (pabrik) dengan harga jual (konsumen).

Barulah di tahun 1930an muncul perusahaan supplemen "Nutrilite" yang juga menggunakan konsep direct selling namun dimodifikasi sedikit dimana penjual yang mampu merekrut penjual baru dan melatih mereka untuk memasarkan produk maka akan mendapatkan tambahan komisi. Nah pada waktu itu mulailah konsep Multi Level dijalankan.

Barulah di tahun 1956 berdirilah Shaklee, perusahaan yang benar benar berfokus kepada penjualan berkonsep MLM dan tahun 1959 berdirilah Amway. Kedua perusahaan tsb di Amerika.

Bila ditanya, Konsep Direct Selling pertama dipakai oleh perusahaan apa ? Jawabannya AVON di 1886. Sedangkan Konsep Multi Level pertama dipakai oleh Nutrilite di 1930an. Namun bila ditanya perusahaan MLM pertama di dunia, maka jawabannya adalah Shaklee di 1956.

Apa beda Fundamental Direct Selling dan Multi Level ?

Saya memecahkan perbedaan keduanya melihat dari berbagai sudut pandang sbb :

1. Omset Penjualan
Direct Selling mendapatkan omset penjualan dari seberapa pintarnya tenaga penjualnya dalam memasarkan produk produk mereka sedangkan konsep Multi Level mendapatkan omset penjualan dari seberapa banyak member mereka yang telah sadar akan kualitas produk mereka dan memakainya untuk pribadi.

2. Jaringan
Direct Selling memiliki jaringan penjual yang lebih sederhana. Fokus konsep ini adalah bagaimana tenaga penjual mereka bisa berkontribusi maksimal menghasilkan omset. Sedangkan Multi Level berfokus kepada duplikasi dan kedalaman jaringan atau member. Semakin banyak dan dalam jaringan member mereka, menandakan semakin stabil pendapatan mereka dari bisnis MLM nya.

3. Pendapatan atau Bonus
Bonus terbesar dari konsep Direct Selling hanya satu yaitu Bonus Penjualan. Mereka akan berfokus untuk menjual produk produk yang ber "komisi" besar atau produk yang komisi kecil namun "fast moving" tinggi. Slogan direct selling adalah "menjual banyak maka komisi akan banyak"

Sedangkan konsep Multi Level memiliki pandangan berbeda. Bonus dan Pendapatan mereka akan besar bila jaringan dan member mereka bisa berduplikasi dan membesar. Komisi untuk penjualan langsung di konsep ini tidak besar, namun komisi bila berhasil melatih jaringan biasanya cukup besar. Slogan Multi Level adalah "merekrut banyak maka member banyak, bila member banyak, maka omset banyak, dan bila omset banyak maka komisi atau bonus akan banyak pula"

4. Pendidikan atau Pelatihan
Direct Selling melatih member mereka lebih ke Pelatihan Penjualan dan Pengetahuan Produk. Mereka jarang sekali dilatih menjadi Pemimpin, maybe karena struktur jaringan yang sederhana, maka lebih praktis adalah melatih menjual dan langsung diturunkan ke lapangan untuk menjual.

Sedangkan Multi Level sangat menitik beratkan kepada pelatihan kepemimpinan, tentu ada juga pelatihan penjualan dan produk. Intensitas untuk meeting dan training di konsep ini terlihat jelas dari jadwal jadwal mingguan yang harus mereka ikutin dengan konsisten.

5. Support System
Direct Selling sejauh pengamatan saya jarang mengajarkan support system, karena keutamaan dari mereka adalah menjual, sedangkan Multi Level sangat butuh system karena mereka butuh pembinaan pemimpin baru dan duplikasi member member, bila tidak melalui system untuk dididik maka bakalan kacau frenn hehehe

6. Fokus Kerja
Direct Selling berfokus kerja bulanan, bagaimana mencapai target penjualan bulan demi bulan, memang ada juga target tahunan namun biasanya mereka lebih memprioritaskan omset bulanan yang tercipta.

Sedangkan konsep Multi Level selain daripada fokus target penjualan bulanan, mereka juga berfokus kepada pencapaian new member, mereka menganut paham bahwa "semakin banyak new member maka semakin baik untuk bisnisnya"

Mana yang terbaik ? Direct Selling or Multi Level ?

Tidak ada jawaban yang pasti frennn hehehe semua berdasarkan tujuan organisasi dan produk yang dipasarkan. Apa yang saya tuliskan hanya pendapat pribadi saya berdasarkan pengalaman yang cuma segelintir di industri MLM. Bila berkenan silahkan dishare, bila gak cocok silahkan diabaikan saja artikel ini hehehe

Produk Kosmetik dan Fashion biasanya menggunakan konsep Direct Selling sedangkan Produk Supplemen lebih banyak menggunakan konsep Multi Level. Namun jangan salah, sekarang banyak perusahaan MLM yang telah mengkombinasikan keduanya.

Seperti Quotes yang diucapkan Abraham Lincoln, Prinsip Sejati seharusnya bisa Fleksibel (maybe maksudnya fleksibel menurut perkembangan jaman dan situasi yang terjadi frenn hehehe). Konsep yang ketiga saya sebut "Konsep Kombinasi"

Konsep Kombinasi


Konsep ini diciptakan untuk mengambil manfaat dari Konsep Direct Selling (biasanya menawarkan bonus besar dari jualan) dan juga Konsep Multi Level (yang menawarkan bonus besar dari membina leader)


Konsep Direct Selling dipakai terutama untuk program member baru, bertujuan agar bagaimana member pemula nya tidak stagnan dan bisa beroleh komisi penjualan atau bonus yang besar diawal bergabung di bisnis mereka. Ingat Frennn salah satu alasan banyak member baru rontok di tahun tahun awal di MLM adalah mereka tidak mendapatkan cukup bonus di awalnya.

Konsep Multi Level dipakai terutama untuk menjaga leader leader yang diatas supaya bagaimana tetap berpenghasilan besar dan stabil maka disettingkan bonus pembinaan yang besar sehingga mereka fokus mengembangkan pemimpin baru.

Nah apa konsep bisnis MLM Anda ? Multi Level atau Direct Selling atau Kombinasi ?

Asal Anda nyaman, berprestasi, bonus masuk terus, memiliki kestabilan dan member Anda berkembang, maka konsep apapun adalah baik adanya. (ASAL BUKAN MONEY GAME hhehehe)

Semoga bermanfaat !

Salam Hebat Luar Biasa !
Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Jumat, 29 Mei 2015

Bagaimana Mengatur dan Memimpin secara tepat sebagai Seorang Leader MLM yang Profesional ?

"Mengatur berbicara tentang Efisiensi, Memimpin berbicara tentang Efektivitas. Gunakan keduanya dengan tepat !" by Erwin Tanes

Hai Frennnn !

Banyak persepsi yang salah antara memimpin dan mengatur, baik itu di bisnis konvensional maupun di industri MLM. Bila kita belajar dari text book, atau leadership book yang notabene penulisnya orang barat (dari dunia barat) maka sering kita temukan Quotes seperti " Jangan Atur Mereka, tapi Pimpinlah Mereka " atau juga seperti ini " Mengatur adalah utk benda mati. Memimpin adalah utk manusia "

Di satu sisi kita merasakan itu hal yang benar, tidak ada orang yang senang diatur, mereka lebih suka dipimpin dengan penuh kelembutan dan pengertian. Namun di sisi lain, Sebelum mereka bisa (siap) dipimpin, mereka harus diatur dulu.

Pemikiran saya terbuka ketika saya mendapatkan pelatihan dari Almarhum Bpk FX Hadi Tjokrosusilo, seorang trainer, profesional dan marketer yang terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia tentang beda Memimpin dan Mengatur.

Dari Beliaulah, saya belajar tentang "Leadership Situasional" dimana tidak semua paham paham Leadership di dunia barat bisa dipakai di Indonesia yang kondisi perekonomian, taraf pendidikan, dan taraf sosial yang berbeda jauh dengan negara negara barat.

Leadership Situasional adalah Penerapan Paham Paham Leadership dengan melihat kondisi situasional lapangan yang terjadi, ada saatnya harus lembut memimpin dan ada saatnya harus keras mengatur. Beliau selalu menyerukan, " Paham kapan harus mengatur mereka, dan Paham harus memimpin mereka "

Dalam industri MLM, saya juga ketemu hal yang sama frennn. Banyak Leader yang terjebak dan salah menggunakan tools mengatur dan memimpin, bahkan ada yang menggunakannya secara terbalik.

Ketika member Anda perlu dipimpin, Anda malah mengaturnya, ketika dia dalam kebingungan dan minta diatur, Anda malah bebaskan dia untuk ambil keputusan sendiri. Hasilnya akan kacau balau frenn hehehe

Kapan saatnya Anda mengatur ?

Anda perlu mengatur member Anda ketika mereka masih disebut PEMULA.

Arti dari PEMULA adalah mereka baru bergabung di member MLM Anda dan perlu Anda ajarkan, didik, motivasi, bina, informasikan tentang bisnis MLM Anda, tentang pembagian bonus, tentang produknya, tentang sistem pelatihan, dll nya.

PEMULA tidak dilihat dari usia KTP.

Banyak orang yang berusia lanjut atau senior namun belum pernah berbisnis MLM maka Anda harus membinanya layaknya seorang baby yang baru dilahirkan.

Apa yang terjadi kalau Anda menganggap dia sudah senior, sudah bisa dan melepaskannya ke lapangan untuk mencari prospek dan omset tanpa Anda dampingin ?

Mereka akan ditolak, menghadapi tantangan yang tidak pernah disangka, tidak bisa melakukan closing dengan benar dan ujung2nya mereka akan menjadi negatif terhadap bisnis MLM, menjadi negatif terhadap Anda, menjadi negatif terhadap produk dan terakhir menjadi tidak aktif.

PEMULA tidak dilihat dari Pengalaman MLM sebelumnya.

Banyak member member baru dan berpengalaman di Bisnis MLM lainnya, ketika memasuki bisnis MLM Anda, merek perlu belajar ulang lagi. Karena Perusahaannya beda, budaya beda, produk beda, sistem pelatihan pun beda, jadi mereka dipastikan harus rendah hati dan belajar ulang dengan Anda.

Jadi Anda perlu tunjukkan caranya, "This is Our MLM and This is The Right Way to do Our MLM Business."

Jangan Anda melepas begitu saja member baru Anda untuk sendiri ke lapangan karena ada embel embel "member nya udah pengalaman dari MLM lain".

Hati hati frennn, bila member tsb menjalankan dengan tidak benar maka akan cenderung negatif dan membandingkan dengan bisnis MLM lamanya.

Yah kalau cuma negatif sendiri dan komplain ke Anda doank. Kalau sudah negatif, dan mulutnya seperti ember bocor kemana mana dan memberikan influence negatif ke group Anda yang lainnya ?

Soo kita kunci saja istilah PEMULA adalah Semua Member Baru yang bergabung di bisnis Anda !

Berapa lama disebut PEMULA ?

Saya tidak bisa berikan jawaban yang pasti, karena masing masing bisnis MLM berbeda beda, namun guide line nya adalah sampai member baru Anda memahami esensi dari bisnis MLM Anda dan sudah mampu mandiri, mulai berprestasi, sudah konsisten menjalankan bisnis MLM dengan system yang Anda ajarkan.

Di waktu tersebut lah Anda bisa selangkah demi selangkah melepaskan Mode "Mengatur" dan mulai masuk ke Mode "Memimpin"

Kapan saatnya Anda Memimpin ?

Saat Anda memimpin yang paling tepat adalah sewaktu mereka siap untuk dipimpin ! 

Kapankah itu ? Ketika mereka sudah menjalankan dengan baik, apa yang Anda aturkan untuk mereka, terbiasa dengan sistem, sudah terbiasa mandiri, profesional, konsisten, dan tentunya sudah berprestasi. Saat itulah Anda mulai memimpinnya.

Memimpinnya berarti Anda menunjukkan Arahnya, memberikan guide line mana yang boleh dijalankan, dan mana yang tidak, Menjual Visi Anda kepada mereka, dan memberikan kesempatan dan peluang untuk diri mereka mulai memimpin dan mengatur group group di bawah jaringannya.

Di banyak perusahaan MLM, banyak kesimpang siuran antara kualitas yang bagaimana yang disebut "LEADER" dan mana yang disebut "MEMBER AKTIF".

Nah itu yang mengacaukan kepemimpinan di bisnis MLM selama ini. Member yang aktif namun belum terbukti berprestasi dan siap utk memimpin sudah disebut sebagai "LEADER" sehingga jiwa independennya muncul dan mulai tidak mau diatur oleh uplinenya.

Apa patokan sebutan "LEADER" ?

Susah dijawab sehhh namun biasanya LEADER tsb berprestasi di Level Bisnis yang Menengah di Jenjang Prestasi Bisnis MLM. Beberapa perusahaan menyebut Jenjang Bisnis tsb dengan nama DIRECTOR atau SENIOR MANAGER.

Soo Kapan Anda Mengatur dan Memimpin ?

Mungkin Anda sudah mendapatkan sedikit gambaran dari saya. Jujur Frennn itu dari pendapat pribadi saya, mungkin benar mungkin tidak, Anda harus kembangkan sendiri untuk Bisnis MLM Anda karena kita butuh kedua duanya dan harus mampu menggunakannya dengan tepat dan seimbang.

MENGATUR berbicara tentang Efisiensi, Ekonomis, dan Fungsional maka Mengatur haruslah difokuskan ke SYSTEM. Maka kenapa setiap member baru harus diikutkan dan dijebloskan ke pelatihan semacam New Distributor Training atau New Business Partner Training. Supaya mereka paham budaya dan patuh dengan System.

MEMIMPIN berbicara tentang Efektifitas, Tepat Guna dan Sasaran maka Memimpin difokuskan kepada PEOPLE. Maka Leader MLM yang level atas sering harus lebih peka dan mampu berfokuskan kepada manusia.

Semoga bermanfaat !
Salam Hebat Luar Biasa !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Senin, 25 Mei 2015

Bahaya Jebakan Management yang menghambat Kemajuan Bisnis MLM Anda !

"Saya akan berhati hati untuk tidak membandingkan Excellence dengan Perfection. Excellence adalah sesuatu yang bisa saya capai, tapi Perfection adalah hanya milik Tuhan" by Michael J Fox.

Frennn MLM adalah industri yang unik, karena didalamnya bertumpah tindih, berlapis lapis, berjubel jubel, beribu ribu koneksi dari satu manusia dengan manusia lainnya. Karena itulah banyak disebutkan MLM adalah Bisnis Jaringan.

Tidak salah dengan penyebutan tersebut karena dan hanya karena JARINGAN lah maka sebuah Bisnis MLM bisa besar dan melejit di puncaknya.

Bukan karena jualan, bukan karena produk, bukan karena pembagian bonus MLM nya, bukan juga karena perusahaan dan pemimpin. Namun semata mata karena jaringan.

Eitsss Jangan salah sangka frennn, bukan berarti produk, bonus, perusahaan, pemimpin, jualan itu tidak penting dalam bisnis MLM. Itu penting frennn namun hanya Jaringan Komunitas yang bakalan long lasting.

Saya ingin menantang Anda, elemen apa yang di bisnis MLM yang tidak bisa dicontek bisnis lainnya ?

Produk ? Mudah dicontek frennn, tinggal tambahkan Vitamin ini itu, jadilah produk kompetitor Anda yang lebih baik dari produk Anda. Atau bila produk Anda adalah Fashion or Whatever, Kompetitor Anda tinggal menambahkan ini itu saja maka clinggg Anda punya produk kompetitor yang bersaing ketat dengan produk Anda.

Bonus ? Mudah dicontek frennn, bonus Anda memberikan sekian persen bonus. kompetitor Anda tinggal menambahkan sekian persen saja, Jadinya Anda bersaing ketat dgn kompetitor dalam perhitungan bonus MLM Anda.

Perusahaan ? Itu terlebih lebih mudah frennn, apalagi akhir tahun ini kita masuk ke era MEA (masyarakat Ekonomi Asean) pastinya berbondong bondong perusahaan MLM kaliber dunia akan masuk ke Indonesia. Nama Baik Perusahaan ? hahaha masih banyak Perusahaan MLM Global yang belum ke Indonesia frenn hehehe

Jawabannya adalah JARINGAN

Yesss ! Jawaban nya adalah Jaringan atau Komunitas. Mereka tidak bisa mengkloning komunitas Anda frennn. Bila ada memakai sistem membajak jaringan, itu juga gak bakalan kuat, karena Anda terkait dengan jaringan dan komunitas Anda dengan sukarela, dan jalinan silahturahmi ini tidak mudah dipatahkan oleh pihak luar manapun. Yah kecuali Anda tidak memperlakukan jaringan Anda dengan baik dan semestinya hehehe

Dan salah satu seni berbisnis MLM adalah mengetahui cara mengatur (memanaged) jaringan. Karena bila jaringan Anda telah membesar, ratusan bahkan ribuan orang, maka bila tidak ada pengaturan, tidak ada sistem, tidak ada rambu rambu, maka yang sering terjadi adalah kecapekan dalam mengurusi pertikaian yang terjadi didalamnya.

Nah permasalahan yang sering timbul dari mengatur group ada dua, yaitu : kurang memanage jaringan sehingga tidak ada arahan yang jelas, team tidak paham dengan target, proses pencapaian prestasi, dsbnya atau yang satu lagi, over memanage, team diperlakukan seperti layaknya anak kecil yang manja dan belum mandiri sehingga mereka kehilangan daya saing dan agresifitas di lapangan.

Over Managed by Leader



Jenis kelebihan mengatur ini terjadi karena :
1. Leader Perfeksionis
2. Leader tidak percaya downline
3. Rasa Sayang yang berlebihan terhadap downline
4. Power Sindrom



Hal ini akan menyebabkan kemanjaan, penurunan daya saing dan agresifitas dari downline, ketergantungan akut sehingga bila tidak ada leader ini yang aktif memotivasi, mengurusi even, konsultasi, dll maka bisnis ini akan macet di tempat.

Dalam kondisi seperti ini, Leader menjadi pusat dari segala komando aktivitas bisnis. Ada sihhh dalam pengalaman karier saya, leader yang suka di kondisi ini, karena semua group dan jaringan sangat patuh dan tersentralisasi.

Salahnya cuma satu, bila Pusat Komandonya lagi bermasalah, maka kesemuaan jaringan akan bermasalah juga, karena mereka saling terkoneksi.

Over Managed by Management

Jenis ini juga sama berbahayanya dengan jenis kelebihan mengatur diatas. Jenis ini sering terjadi karena :
1. Tidak ada Leader yg aktif sehingga Management bertindak lebih proaktif
2. Ada Leader namun tidak dipercayai sehingga Management yang direct memimpin
3. Suka Rela dari Leader tsb yang minta Groupnya dipimpin Management

Hal ini akan menyebabkan missleading. Kesalah pahaman dalam kepemimpinan. Apapun alasannya, jujur saja, kepentingan seorang management perusahaan MLM tentu berbeda dengan seorang leader MLM.

Memang sih ada kesamaan juga yaitu : sama sama mau sukses bisnis MLM nya, mau omset besar, mau capai peringkat baru, mau banyak new member yang bergabung, dsbnya. Namun ada benang harus yang membedakan kepentingan seorang management dan leader MLM.

Apa Benang Halus tsb ?

Management melihat prestasi total (tidak spesifik per group) spt jaringan, omset, new member, dll sedangkan Leader melihat prestasi per Leader atau spesifik per group.

Bila omset sebuah daerah akan macet, maka management akan berpikir seribu cara agar daerah itu hidup, bisa jadi dengan inject group baru ke daerah tsb dan itu tidak membela kepentingan leader perseorangan hehehe

Sedangkan bila Leader melihat Group tsb tidak tumbuh di sebuah daerah maka Leader tsb akan berpikir seribu cara, bagaimana mengaktifkan kembali Group Leader Lokal yang ada disana. Kepentingannya masih mengembangkan group sendiri.

Jadi jangan heran frennn kalau management selalu mempromosikan program2nya secara netral dan kalau ditanya program mana yang bagus, pastilah menjawab "semua program bagus" hahahah.

Kita kitalah yang sebagai leader MLM nya yang harus memisahkan sendiri, mana program yang cocok, mana program yang bermanfaat, mana program yang bisa diduplikasikan, mana program yang tidak sesuai untuk group kita.

Jebakan Manajemen

Tidak semua Leader senang untuk diatur Leader diatasnya, apalagi pengaturan sudah berupa hal hal kecil yang seharusnya bisa dibiarkan mereka memutuskan hal tersebut.

Contoh seperti Anda punya anak, bila Anak Anda masih kecil maybe masih lah senang untuk Anda atur, namun bila Anak Anda sudah beranjak dewasa atau remaja, Anda harus mulai lah mengganti pola kerja Anda dari "mengatur" mereka menjadi "memimpin" mereka.

Demikian bila jebakan tersebut karena Management turut campur dalam mengurusin group bisnis MLM. Bila kebablasan maka Figur Management tsb akan menjadi lebih kuat dibanding leadernya. Dan perlu disadari, tidak ada seorang leaderpun yang sudi berbagi pengaruh hahahaha.

Di masa masa saya bertugas dulunya, sering juga membantu beberapa group bisnis yang masih belum mandiri dan perlu disentuh management.

Satu hal yang selalu saya tekankan, setelah selesai meeting leader atau menyusun program bisnis, selalu saya akhiri dengan memberikan kembali Otoritas tsb kepada Pemimpin Tertinggi di daerah tsb sehingga dia punya Power dan Otoritas untuk memimpin Groupnya.

Lagian kalau saya yang menjadi pusat pengaruh maka bisa mabuk saya frennnn. Pusat Pengaruh bisa berakibat member member dibawahnya akan berkonsultasi dengan saya selaku "Leader Bayangan" dan melakukan "Pass Up Leadership" karena tidak berkonsultasi dengan leader diatasnya.

Jadinya Saya akan ribet dan ikut2an stress, perhubungan dengan leader daerah tsb juga jadinya kurang baik karena sudah ada persepsi persepsi negatif yang salah mengenai hal tersebut.

Soo hati hati dengan jebakan management frennn. Solusi untuk menghindari jebakan management adalah Paham Kapan "MENGATUR" dan kapan "MEMIMPIN'

Next Time kita akan membahas perbedaan antara memimpin dan mengatur didalam bisnis MLM.

Semoga bermanfaat !

Erwin Tanes

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755

Senin, 18 Mei 2015

Pemimpin seharusnya "Berdampak" dan "Menarik" !

"Leadership is All about influence" by John C Maxwell

Frenn kali ini kita lanjut membahas ciri khas Leader MLM yang Matang. selain daripada mempunyai prestasi yang terbukti dan juga mampu mengembangkan pemimpin berikutnya, satu hal yang sangat mendasar adalah Pemimpin haruslah berdampak dan menarik.

Berdampak bisa berarti punya effect, punya pengaruh, punya hasil, membawa perubahan, merubah menjadi lebih baik. Semua Pemimpin yang Ber Dampak adalah Pemimpin yang Revolusioner.

Kita bisa ambil contoh seorang almarhum PM Singapore, Mr Lee Kuan Yew, berapa besar dampak kepemimpinannya atas kemakmuran dari Negara Singapore.

Almarhum Presiden GusDur juga memberikan dampak luar biasa bagi pluralisme kebangsaan di Indonesia ini. Menteri Susi sebagai Pemimpin dari Kementerian Perikanan dan Kelautan juga membawa dampak luar biasa bagi Maritim Indonesia, walaupun penuh dengan kontroversial juga.

Atau mau ambil contoh, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Beliau juga adalah Walikota ter"Sakti" yang pernah saya dengar selama ini hehehe.

Demikian di bisnis MLM Frennn, Leader yang berdampak adalah yang bisa merubah, mengembangkan, memunculkan potensi dari semua pengikutnya, dan biasanya sering terlihat dari Pertumbuhan Bisnis, Jaringan, dan Omset dari group tersebut.

Sayangnya frenn banyak Leader MLM mengaku adalah Leader namun tidak semua berdampak, Masih banyak mereka yang berpersepsi yang salah ketika saya mencapai peringkat bisnis ini atau itu, maka saya akan disebut Leader dan dihormati dimanapun berada.

Itu salah besar frennn, Leadership is not position, is about action !

Anda mungkin dihormati namun semata mata karena prestasi bisnis Anda dan bukanlah Prestasi Kepemimpinan Anda. Perlu diperjelas,

Prestasi Bisnis tidak sama dengan Prestasi Kepemimpinan. Seorang Pemimpin yang Berprestasi pastilah bisnisnya juga berprestasi. Seorang Pebisnis yang berprestasi belum tentu adalah Pemimpin yang berprestasi.

Leader selain berdampak haruslah menarik. Menarik disini bukan berarti hanya fisik penampilan yang menarik, cantik atau gantengnya seseorang, bukan itu frennn. Menarik disini dimaksudkan Leader tsb sangat gampang memicu orang orang untuk datang berkerumunan di mana pun dia berada.

Ada sesuatu kharisma, wibawa, pembawaan yang tidak didapatkan dari orang biasa biasa. Leader tersebut kadang kala seperti madu, dimana beliau berada, akan diperebutkan oleh kumbang, lebah bahkan semut juga ikut berkompetisi agar senantiasa dekat dengan leader tsb.

Berkharisma, Menarik, Berdampak, itu semua tidak bisa dicontek atau duplikasi frennnn, Kualitas kualitas Leader tersebut bisa ada dan tercipta karena Proses Kepemimpinan yang kuat, stabil, terasah, teruji, oleh waktu dan keluar dari Kepribadian dan Karakter Sang Pemimpin bersangkutan.

Nah yang bisa diduplikasi dan diajarkan adalah Proses Kepemimpinan itu, Jadi tidaknya kita menjadi Pemimpin yang Baik yahhhh tergantung Pribadi kita kembali.

Seperti yang pernah digaungkan Ki Hadjar Dewantara, Tut Wuri Handayani, Memberikan Dorongan (Motivasi) ketika kita dibelakang. Statement ini sebenarnya sangat tepat dipakai di dunia pendidikan. Seorang Guru seyogianya melihat keluar biasaan dari setiap anak muridnya, walaupun murid2 tsb memiliki talenta yang berbeda beda (bisa pelajari 8 kecerdasan anak)

Soo Seorang Pemimpin di Bisnis MLM jugalah harus mampu melihat keluar biasaan dari downline downline nya dan selalu memotivasi dan mendorong mereka untuk maju. Nahhh sebelum Anda mampu mendorong dan memotivasi mereka, maka diri Anda terlebih dahulu harus "Menarik dan Berdampak"

Disitulah hubungannya kenapa harus berdampak dan menarik frennn. Leader yang berkualitas akan senantiasa mengikuti Pemimpinnya yang lebih Sukses, karena kualitas menarik kualitas atau burung sejenis akan terbang bersama sama.

Semoga bermanfaat !

Erwin Tanes
www.thesuccessmessenger.com

*Penulis adalah seorang mantan Senior Regional Manager di sebuah Perusahaan MLM terkemuka di Indonesia. Sekarang beliau aktif memberikan pelatihan dan seminar diberbagai instansi pemerintahan dan perusahaan. Beliau juga aktif menulis artikel dan buku terutama tentang pengembangan diri. Beliau bisa dihubungi di nomor 0812 609 4755